Gagal Total di MTQ Tingkat Provinsi Jambi 2021, Ini Alasan Kabag Kesra Kerinci

oleh -183 views

KERINCI-JAMBI, rakyatjelata.com,- Berada di urutan paling terakhir pada daftar hasil kompetisi memang sangat menyedihkan, apalagi tanpa ada satupun prestasi yang diraih, tentusaja cukup memalukan dan sekaligus memilukan.

Sebagaimana hasil MTQ Tingkat Provinsi Jambi tahun 2021, Kabupaten Kerinci berada pada urutan terakhir dari 11 kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Jambi, dan tanpa ada prestasi samasekali. Hal itu jelas merupakan sesuatu yang cukup memalukan dan tentusaja menjadi sorotan tajam masyarakat luas, terutama masyarakat Bumi Sakti Alam Kerinci.

Diketahui, dari 74 cabang yang diperlombakan pada MTQ tingkat Provinsi Jambi ke- 50 yang diselenggarakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari tanggal 3- 8 oktober tersebut, tidak satupun kafilah dari Kabupaten Kerinci yang berhasil menjuarainya. Baik juara 1, 2, maupun juara 3. Sehingga, Kerinci mencatatkan nol prestasi pada MTQ Tingkat Provinsi Jambi kali ini.

Miris memang, tapi itulah kenyataannya. Kafilah dari Kerinci pulang dengan tangan kosong dan akan menjadi catatan sejarah sepanjang masa. Padahal, selain sebagai ajang pembinaan generasi di bidang keagamaan, keberhasilan di ajang MTQ juga merupakan kehormatan bagi masing- masing daerah yang semestinya penting untuk dipertahankan.

Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur. Kini muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat, kenapa hal itu bisa terjadi ?. Siapa yang patut disalahkan ?. Ada apa dengan Kerinci ?.

Dilangsir dari halaman website kerinci.indonesiasatu.co.id terbitan 11 oktober 2021, Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Kerinci, Drs. Kholidi, selaku orang yang paling bertanggungjawab dan membidangi hal tersebut, kepada awak media mengungkapkan alasan yang cukup mengejutkan.

Kholidi mengatakan, kegagalan Kerinci pada MTQ tingkat Provinsi Jambi di Tanjung Jabung Barat yang lalu, dikarenakan faktor kekurangan dana, sehingga persiapan kafilah tidak matang.

“Dana yang tersedia hanya 325 juta rupiah, dan sebelum berangkat kita mengadakan seleksi dan tecnikal meeting dengan biaya Rp. 90 juta, dan tersisa Rp. 235 juta untuk biaya selama MTQ, untuk biaya penginapan, transportasi, pakaian dan makan” kata Kholidi.

Lebih lanjut, Kholidi mengatakan, pembinaan kafilah secara berkala memang belum (tidak) ada dilaksanakan, persiapan menuju MTQ hanya pada TC selama 3 hari dan 3 malam saja.

“Penentuan kafilah berdasarkan putusan tim seleksi, peserta diambil dari hasil MTQ tingkat Kabupaten Kerinci tahun 2019 lalu, karena tahun 2020 kita tidak melaksanakan MTQ” ungkapnya.

Dari penjelasan tersebut, secara tidak langsung Kholidi mengakui bahwa dengan jumlah dana yang dianggap tidak mencukupi tersebut, ia tidak mampu membawa nama Kerinci untuk meraih prestasi pada MTQ tingkat Provinsi Jambi tahun 2021 ini. Dan tim seleksi seleksi juga perlu dievalusi secara serius terkait perekrutan kafilah, sudah benarkah mekanisme yang dijalankan atau tidak ?. Sehingga untuk kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa yang membuat malu Kerinci.

Sementara itu, Bupati Kerinci H. Adirozal, terkait hal ini belum berhasil dihubungi media ini untuk diminta tanggapannya. Namun demikian, diyakini H. Adirozal tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah serius untuk pembenahan demi nama baik Kerinci dimasa yang akan datang. Karena, rusaknya pencitraan Kerinci di bidang keagamaan di MTQ Provinsi Jambi, tentusaja akan berpengaruh kepada nama baik sang Bupati yang sedang menjabat saat ini. Apalagi, saat pembukaan MTQ di Tanjab Barat tersebut, Bupati Adirozal hadir, dan dengan semangat menyatakan optimis bahwa Kerinci akan mampu mengukir prestasi terbaik pada ajang MTQ Provinsi Jambi ke- 50 tersebut.

Semoga pengalaman pahit ini dapat menjadi sesuatu yang berharga dan menjadi cambuk untuk pembenahan secara serius, sehingga Kerinci dapat bangkit pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi dimasa yang akan datang. Tentunya atas kerjasama dan kepedulian para pihak, terutama Bagian Kesra Pemkab Kerinci harus benar- benar selektif dalam merekrut kafilah yang akan diberangkatkan. Jangan sampai ada nepotisme atau karena ada kepentingan tententu. (Goan)

No More Posts Available.

No more pages to load.