Eggboy tanpa Partai

oleh -624 views

Oleh Kang Soe

Tentu bagi kita yang sadar bahwa politik Indonesia belum juga menemui jarang terang, rasa lelah, kecewa, marah, campur jijik mendaulat diri kita untuk menjauhkan diri pada seluk beluk itu.

Partai Politik misalnya, orang bersih bisa jadi kotor. Atau aktifis bisa jadi melempem ketika singgah di sana. Apapun alasannya, belum ada sejarah sejak 1998, aktifis mengubah partai politik menjadi wahana yang ‘lengkap’ untuk menyalurkan aspirasi konstituennya. Alih-alih mengubah, justru menjadi duri kotor dalam partai politik, iya. Saya tak ingin memberi contoh, karena terlalu banyak contoh, atau saya tak mau menyebut nama karena serasa memalukan menyebutnya.

Ahok, pernah bergabung dalam partai politik yang dulu saya sebut sehat ; Partai PIB. Namun sejak PPIB runtuh, menurut Ahok, tak penting partai itu bersih atau tidak, yang penting baginya partainya mampu mengangkatnya menjadi pemimpin. Kalimat ini saya dengar sendiri, ketika kami berdua ngobrol di Manggar, Belitung Timur, 2005 an.

Klausul Ahok ada benarnya, namun tak semua orang bisa seperti Ahok. Kemampuan personal branding, finansial dan hal-hal yang merujuk menjadi faktor baik untuk mencuat menjadi pemimpin partai atau daerah/nasional, diperlukan sedini mungkin.

Kini partai politik membuka aibnya sendiri, terkuak sudah bahwa organisasi partai politik ini tak ubahnya seperti pesawat terbang dengan tarif tinggi. Tentu, bisa jadi, pemilik pesawat terbang ini juga mengharap ‘investasi’nya kembali dan mengeruk keuntungan besar, bukan sekedar berkantong2 uang, namun juga pengaruh politik dan bisnis.

Sudahlah, jika mau dagang sapi, kini anda tahu tempatnya, masuklah partai politik. Di sana Anda akan banyak melihat realitas sesungguhnya. Saya sendiri enggan menceritakan kembali cerita kawan yang tadi sore bercerita soal bagaimana dia menjadi caleg pelengkap saja, karena caleg nomor satu memang harus diwajibkan punya limpahan uang yang lebih besar.

Nah, begitu juga dengan pilpres, 2 kandidat itu adalah partai politik. Anda mau dagang sapi kah?? Hingga begitu getol mau mencoblos wakil-wakil partai itu. Saya tidak. Saya tak mau pikiran dan tangan saya dilumuri kotoran ala partai-partai itu. Sudah cukup bagi saya melihat kotornya politik Indonesia. Saya cukup Golput dan jika ada kesempatan akan melawan.

Saya hanya berharap bagi kaum muda untuk belajar dan menjadi : Eggboy !!! Anda tak perlu masuk partai kotor ala pikiran Ahok.

Cukup ternaklah ayam, dan siapkan telor-telor. Kita cari waktu yang tepat untuk timpuk telor ke kepala politikus laknat.
Dan teruslah semangat !!!

Kang Soe
Pegiat Media Sosial.