Dugaan Kelalaian Dan Ke Egoisan Rumah Sakit Memakan Korban

oleh -536 views

Cirebon, RakyatJelata.com – musnah sudah harapan pasangan Pak Maman dan Ibu Dede Ulum Kalsum warga desa Sitiwinangun kecamatan Gempol kab. Cirebon setelah mengetahui bahwa anak keduanya yang bernama Ahmad Abdul H.Q telah meninggal.

Menurut keterangn bapak Maman bermula dari istrinya,ibu Dede terjatuh waktu kandungannya 7 bulan atau kurang lebih 34 hari dan di larikan ke rumah sakit terdekat yaitu RSIA KHALISHAH Palimanan cirebon dan di tangani dengan normal sampai menginap tiga hari setelah tigahari istri saya boleh pulang, istri saya mulai merasa sakit dan sering kram perutnya sampai puncaknya tanggal 2 juli 2019 istri saya dibawa kerumah sakit yg sama di sana istri saya di periksa biasa sam pai saya di kasih selembar surat yg harus saya tanda tangani tanpa ada penjelasan dan disuruh baca karena panik saya menanda tangani surat itu katanya klau ada tidak kan medis lanjutan maka pihak rumah sakit tidak akan mencari saya lagi dan klau tidak ada maka akan di sobek katanya lagi.

Paginya jam 5kurang lebih saya pulang karena dapet kabar istri akan di oprasi jam 10 pagi dan istri di temani oleh saudara saya ibu farisya,menurut ibu dede setelah suaminya pulang pada jam 5 pagi kurang lebih saya d beri tahukan oleh perawat saya akan di caesar jam 6 pagi tapi jam setengah 6 saya di bawa oleh perawat keruang oprasi saya di bius lokal karena saya sadar dan masih bisa merasakan beberapa bagian tubuh saya di ruang oprasi itu saya merasakan salah seorang team medis menekan perut saya pake plastik infus saya engga tau untuk apa dia lakukan itu tapi menurut pengalaman ibu Dede dia baru di perlakukan seperti itu waktu anak pertama tidak walau pun sama di bius lokal jadi masih terasa aleh saya imbuhnya lagi.

Alhamdulillah jam 6.15 pagi kurang lebih anak saya lahir laki laki berat 1,4kg tinggi 4cm karena saya tahu anak saya lahir prematur maka anak saya di rawat oleh dokter ( FA) sepesialis anak dan dibawa k ruang berbeda ungkap ibu Dede sambil menangis.
Saya waktu itu baru sampai rumah dan langsung di kabarkan istri saya masuk ruang oprasi dan waktu sampai rumah sakit udah lahir anak saya, setelah tigahari dirawat istri saya boleh pulang tapi anak masih harus dirawat intensif dan pihak rumah sakit berjanji dalam waktu tiga hari bakal terus di pantau tapi setelah tiga hari merasa anak saya tidak afa peerkembangan malah bertambah buruk maka saya pindah kan ke rumah sakit Gunung Jati disanah lah saya tau bahwa anak saya ada kelainan menurut dokter rumah sakit Gunung jati anak saya sulit bernafas karena paru parunya belum siap katanya dan juga kalau kandungan masih 7 bulan belum boleh ada tindakan caesar karena masih belum sempurna contohnya bayi Ahmad paru parunya belum sempurna dokter spesialis anak di Gunung jati.

Setelah sepuluh hari menghirup udara dunia ini bayi Ahmad meninggal dunia,setelah itulah pak maman merasa ada keganjilan dan curiga menduga bahwa rumah sakit yg pertama RSIA KHALISHAH tidak benar apa lagi waktu setelah caesar perut istri saya sakit di bekas oprasinya walau belum kering benar, puncaknya pada malam jumat lupa tanggalnya istrinya merasakan sakit yg sangat di bekas jaitan dan ada benjolan malam itu saya bawa ke rumah sakit mitra Blumbon dan betapa kagetnya saya ternyata menurut dokter dari hasil lab istri saya terkena peradangan kronis pasca oprasi.

Dari situlah saya menurut pak Maman mendatangi RSIA KHALISHAH dan mempertanyakan kepada pihak menejemen.
Kata pak Maman lagi pihak rumah sakit pasti menyangkal tapi secara tidak langsung mereka mengakui bahwa ada kesalahan dalam penanganan ibu Dede dan anak Ahmad kata pak maman.

Jadi sebenarnya saya bukan tidak terima anak kami meninggal cuma dia mau berpesan sama pihak rumah sakit klau tidak mampuh dari segi fasilitas atau tenaga medisnya tolong jangan memaksakan dan egois,dan kepada masarakat awam yg tidak tahu masalah hukum dan medis tolong hati hati dan banyak ber tanya jangan sampai kaya saya kehilangan anak karena ketidak mampuhan dan ke egoisan rumah sakit jadi memakan korban, itu manusia loh bukan kambing atau kelinci yg bisa di jadikan ” coba coba ” ( tanda kutip) kata pak maman sambil menangis mengenang anak keduanya.

Dan kami team RJ mendatangi RSIA KHALISHAH tidah di temui oleh pihak menejemen rumah sakit tersebu sam pai hari ini.

( morgan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *