Dr.H. Rahmat N. Hamka : Perpaduan Tradisional Dengan Modern Di Dunia Digital, Pasti Akan Dahsyat

oleh -688 views

JAKARTA,rakyatjelata.com –¬†Giat Launching Festival Babuku 2018, yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta. Yakni giat tentang kebudayaan seni tari topeng dari Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah ini turut dihadiri oleh tokoh Penggagas Revolusi Industri generasi keempat sekaligus sebagai salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Drs. H. Rahmat N. Hamka SH,M.Si. Minggu (01/07).
Rahmat N. Hamka sangat mengapresiasi kegiatan Launching Festival Babukung 2018 ini, apalagi pernah jadi saksi mata saat budaya Babukung memecahkan rekor MURI di tahun 2016 saat Launching ketiga.
“Ini merupakan potensi yang sangat unik dan harus terus kita kembangkan. Dan saya berharap kepada pihak Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi untuk terima usulan saya. Bagaimana jika kita bersama-sama di era milenial ini mengubah dan mengemas (memadukan) budaya tradisional dengan modern untuk masuk ke dunia digital (Hi-tech),” tutur Rahmat.
Selanjutnya, “Sebagai gambaran, seperti topeng (luha), seumpama kita kemas sedemikian rupa dalam bentuk digitalisasi dengan sisi 3 dimensi, pasti hasilnya akan luar biasa. Tidak hanya bisa dilihat di museum-museum, ataupun di rumah-rumah tertentu, akan tetapi bisa dilihat didunia maya (medsos) juga,” paparnya.
“Dan saya sebagai penggagas revolusi industri generasi keempat, ingin menyiapkan generasi kita kedepan kepada pekerjaan yang saat ini belum ada,” ujarnya.
Pada intinya, “mari bersama-sama kita usulkan kepada Pemerintah Pusat yang telah mencanangkan ¬†10 Bali Baru, agar ditambah satu lagi menjadi 11 Bali Baru termasuk Kalimantan Tengah di dalamnya sebagai Bali Baru yang ke-11,” seru Rahmat, yang disambut meriah oleh para undangan terutama yang merasa berasal dari wilayah provinsi Kalimantan Tengah.
Dimana-mana yang dijual adalah Pantai, misalnya Bali, Lombok, dan lain-lain. Namun di Kalimantan Tengah memiliki ke-khas an yakni Hutan yang Perawan (Virgin Forest) yang belum terjamah oleh apapun termasuk polusi debu/asap pabrik. Sebagai contoh, di Lamandau terdapat Hutan Hujan Tropis tertua di dunia, Hutan Rawa Air hitam (Black River) atau biasa disebut Hutan Rawa Gambut terbesar di dunia, juga terdapat Taman Nasional Sebangau.
Ketiga hutan tersebut diatas merupakan nilai jual di provinsi Kalimantan Tengah. Ditambah lagi dengan habitat yang paling dikenal di Kalimantan yakni Banteng Borneo, salah satunya ada di Kabupaten Lamandau. Begitu pula soal kerajinan, salah satu contohnya adalah senjata khas Kalimantan yakni Mandau. Yang bagi masyarakat asli Dayak merupakan senjata turun-temurun. Dan bagi suku pedalaman atau kepercayaan, mandau adalah senjata yang sakral atau mengandung unsur magic alami. (put/tim).

No More Posts Available.

No more pages to load.