Debt Collector BFI Finance ala "Preman"

oleh -1,377 views

Gresik,rakyatjelata.com Perampasan mobil Izuzu New Panther Tahun 2008 Bernopol L 1914 AH atas nama Christoper Denny oleh “Mata Elang” Preman berkedok Debt Collector yang bekerja sama terhadap pihak Leasing BFI Finance sangat meresahkan masyarakat. Perampasan kendaraan roda empat tersebut dialami oleh Jainul Anang (Korban) Warga Dusun Pulo Kecamatan Parengan Kabupatan Tuban, terjadi di daerah Terminal Bunder Kabupaten Gresik. Saat melakukan perjalanan menuju Kota Surabaya, Selasa, (10/4/18).
Kejadian ini bermula saat Anang melakukan perjalanan dari rumah menuju ke tempat kerja daerah Surabaya. Saat masih di daerah Lamongan, Anang (korban) mendapatkan telpon dari kantor pihak Leasing BFI Finance dan menanyakan  soal angsuran kendaraan mobil yang belum terbayar.
“Waktu itu saya jawab, jika bulan Mei akan melunasi semua, termasuk denda dan tunggakan semuanya,” Kata Anang pada Liputan Indonesia, Sabtu (14/4/2018) malam.
Lanjutnya, ” Saat melintasi daerah Terminal Bunder, tepatnya di depan SPBU dekat Terminal Bunder tiba-tiba ada kendaraan mobil memotong jalur dan berhenti di depan mobil saya, sontak saya kaget saya kira rampok, untung saja saat itu tidak terjadi tabrakan, langsung spontan saya injak rem” cetusnya.
Masih Anang, ” Setelah mengaku dari Pihak Leasing BFI Finance, dua Debt Collector tersebut masuk ke dalam mobil secara paksa dan merampas Kunci beserta STNK layaknya seorang perampok.” Ucapnya.
Dengan nada shok Anang menirukan omongan debt collector itu ” Mari ikut ke kantor (Leasing BFI Finance) Cabang Gresik. Nanti bisa diselesaikan masalah pembayaran angsuran angsuran mobil ini. Sebab mobil ini ada nunggak dan kita selesaikan di sana,” ucap Anang menirukan Debt Collector.
Namun, saat tiba di kantor dan masuk ke ruangan Kantor Leasing BFI Finance Cabang Gresik. Dengan alasan meminjam kunci mobil beserta STNK untuk melihat nomor rangka dan nomor mesin, ternyata Debt Collector telah membawa kabur mobil yang parkir di halaman Kantor Leasing BFI Finance Cabang Gresik.
“Saya juga tidak tanda tangan di dalam bukti surat penarikannya mas,” jelasnya.
Akhirnya Pihak Leasing BFI Finance Cabang Gresik menyuruh saya untuk pulang dan mendatangi Leasing BFI Finance Cabang Surabaya yang berada di daerah Ngagel. Serta bilang untuk dibayar 2 angsuran sampai 4 angsuran dulu, nanti bisa selesai. Namun saat menanyakan perihal tersebut di Kantor Leasing BFI Finance Cabang Surabaya, ternyata tidak bisa seperti apa yang diarahkan dari Kantor Leasing BFI Finance Cabang Gresik sebelumnya.
“Maaf tidak bisa jika hanya membayar 2 sampai 4 angsuran, Bapak (Anang) harus melunasi semua angsuran serta dikenakan biaya penarikan sebesar 11 juta,” keluhnya menirukan perkataan Pihak Kantor Leasing BFI Finance Cabang Surabaya.
Dalam hal ini, terlihat Leasing BFI Finance bekerja sama dengan preman berkedok Debt Collector yang melakukan perampasan di jalan. Selain meresahkan masyarakat, Pihak tersebut juga meremehkan dan melanggar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.
Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan saat kredit yang didaftarkan ke fidusia adalah pihak juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian, bukan preman berkedok Debt Collector.
Sedangkan pihak leasing harus mematuhi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang perbankan.
Pentingnya tindakan tegas dan memberikan efek jera kepada BFI agar dibekukan ijinnya dan menghukum para preman yang mengaku debt collector, karena perbuatannya telah murni tindakan melawan hukum. 
berita ini telah di lansir Liputan Indonesia sebelumnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.