Cerita Keluarga Miskin yang berharap dapat bantuan bedah rumah

oleh -691 views

BOJONEGORO, Rakyatjelata – Wakiran (66) dan istrinya Patonah (62) serta anaknya warga dusun Gempol Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur Hidupnya Sungguh Memprihatinkan.

pada Kamis (5/12/2019) Sore, Rakyatjelata Mengunjungi rumahnya, dan kondisi rumahnya memang Sudah lapuk berdinding bambu, berlantaikan tanah dan atap rumahnya Bocor bahkan bagian dapur sudah tidak bisa di tempati lagi karena nyaris roboh.

Dalam rumah tersebut dapur juga di jadikan satu dengan ruangan rumah yang di pakai aktifitas sehari – hari namun ada bagian yang disekat untuk Satu kamar yang di tempati Wakiran dan istri, Sedangkan Anak bungsunya memilih tidur di rumah neneknya yang masih berdampingan dengan rumahnya.

Namun untuk saat ini Patonah agak merasa bahagia dan bersyukur karena kondisi rumahnya tersebut beberapa hari kedepan akan lebih baik, walau di tengah keterbatasan ekonomi impiannya selama ini untuk memperbaiki tempat tinggalnya yang sudah tak layak huni tersebut akan segera terwujud.

Di Katakannya, Namun perbaikan rumahnya ini bukanlah dari bantuan pemerintah Seperti program bedah rumah atau bantuan lainnya yang sebenarnya selama ini telah ia tunggu – tunggu, melainkan perbaikan rumah ini adalah dari Sumbangan Saudara – Saudaranya yang berupa kayu bambu.

“Ya mas rumah saya akan saya perbaiki dari sumbangan saudara – saudara saya berupa bambu, dan tiap hari sedapatnya bambu itu saya potong sendiri dari tempatnya dengan di bantu anak lelaki saya.” Kata Patonah saat media ini menanyakan terkait banyaknya bambu bertumpuk di halaman rumahnya.

Lebih lanjut Patonah mengungkapkan, Sebenarnya dia masih menunggu bantuan dari pemerintah, karena Sebelumnya sudah beberapa kali keluarganya di data bahkan rumahnya juga beberapa kali di foto oleh perangkat desa.

“Sudah beberapa kali di data dan juga di foto, katanya sih mau ada bedah rumah, Namun hingga saat ini tidak pernah ada, dan saat ini hanya program dari PKH saja yang kami dapat.” Ujarnya.

Untuk di ketahui, dari keterangan yang di Sampaikan oleh Patonah kepada media ini bahwa Untuk sehari – hari keluarganya menggantungkan hidup dari hasil dia membuat tampar dari pelapah pisang atau yang biasa di sebut Dalungan.

Selain itu juga dari hasil ia bekerja sebagai buruh tani saat musim tanam padi dan bantuan dari anak – anaknya yang saat ini masing – masing sudah berkeluarga.

Sedangkan Karena faktor Usia suaminya kini sudah tidak mampu bekerja keras lagi, dan anak bungsunya yang sudah lulus beberapa tahun lalu di sebuah MTS hingga kini juga masih menjadi pengangguran. (Tim/Red)