Bupati Jember Lepas 2.485 Mahasiswa KKN Kolaboratif

oleh -391 views

JEMBER, www.rakyatjata.com – Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto, ST.,IPU melepas 2.485 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif tahun 2022. Pelepasan itu dilangsungkan di Alun-alun Kota, Sabtu, (23/7/2022) diiringi oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Para mahasiswa itu akan langsung menuju ke 226 desa dan 22 kelurahan di Kabupaten Jember.

KKN Kolaboratif itu tercatat terbesar se Indonesia. Pada beberapa waktu lalu, KKN Kolaboratif Kebangsaan Nasional di Pulau Kalimantan diikuti oleh 79 Perguruan Tinggi dengan jumlah peserta 2.331 mahasiswa. Di Jember, KKN Kolaboratif diikuti hanya 13 PT lokal dengan jumlah peserta 2.485 mahasiswa.

Bupati Hendy berpesan kepada para peserta KKN Kolaboratif agar banyak bersyukur. Caranya dengan melakukan dan melaksanakan KKN dengan penuh tanggung jawab. Sebab hasil pendataan kemiskinan berhubungan dengan kelangsungan hidup warga.

Bupati percaya kepada mahasiswa peserta KKN Kolaboratif, bahwa mereka akan mendata warga yang memang benar-benar miskin (ekstrem), miskin dan mampu.

Perwakilan mahasiswa terima tanda peserta KKN Kolaboratif

“Dengan siapapun saya bertemu orang, yang pertama adalah trust. Demikian pula kepada adik-adik mahasiswa. Mereka adalah anak-anak saya dan saya percaya mereka akan bekerja (ber-kkn) mengupdate data kemiskinan,” tandas Bupati Hendy.

Sistem pengolahan dan update data kemiskinan yang akan dikerjakan peserta KKN Kolaboratif menggunakan sistem digital supaya mengurangi kekurangan sistem manual.

Terhitung hari ini hingga 35 hari ke depan para mahasiswa peserta KKN Kolaboratif akan berada di tengah masyarakat Jember. Mereka tersebar secara merata di seluruh desa dan kelurahan se Kabupaten Jember. Mereka akan ditarik kembali ke Kampus masing-masing pada tanggal 26 Agustus 2022.

Data kemiskinan hasil update KKN itu akan dijadikan bahan pembaharuan data kemiskinan Pemkab Jember. Data juga akan diteruskan ke pusat (Kemensos) untuk update DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Ketua STIE Mandala, Dr Suwignyo Widagdo, MM., MP, memakai jaket warna kuning

Sementara itu, ketua Perguruan Tinggi Swasta yang ikut program KKN Kolaboratif (STIE Mandala), Dr Suwignyo Widagdo, MM., MP mengapresiasi program itu.

“Sebenarnya ide atau gagasan KKN kolaboratif ini sejalan dengan apa yang sedang, akan dan terus dikerjakan di STIE Mandala Jember,” ucap alumni S2 Filipina itu.

Di STIE Mandala sendiri KKN reguler dengan konsep pendataan UMKM. “Data kemiskinan ini mungkin sebagai bahan untuk menyalurkan bantuan, yang sering kali tidak tepat sasaran,” ungkap Akademisi.

STIE Mandala menerjunkan 20 mahasiswa pada program KKN tersebut. Hal itu disebabkan mahasiswa mereka sudah melakukan program KKN reguler dengan beban 3 SKS.

“Informasi yang kami terima terlambat sehingga kami hanya bisa mengirimkan 20 mahasiswa,” katanya pelan.

Seperti diketahui program KKN Kolaboratif merupakan kerja sama antara 13 Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di Kabupaten Jember dengan Pemkab. Tujuannya adalah mengupdate data kemiskinan di seluruh wilayah Jember.

(Sigit)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.