Bertahun Tahun Air Limbah TPA Cemari Sumur, Warga Resah Kekurangan Air

oleh -539 views
Foto : lokasi TPA yang air resapannya telah mencemari sumur warga.

CIREBON, Rakyat Jelata – Buruknya sistim pengolahan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Argasunya Kecamatan harjamukti Kota Cirebon Jabar, membuat sumur warga mulai tercemar.

Sejumlah warga di sekitar TPA , sudah berapa tahun tak bisa memanfaatkan air dari sumur. Hal itu, karena sumber mata air dari sumur telah tercemar oleh air limbah TPA. Kondisi paling parah, dirasakan warga saat musim hujan seperti saat ini.

Dari pantauan Rakyatjelata.com, air limbah dari TPA terlihat di sejumlah sumur sekitar rumah warga. Warna air terlihat hitam pekat dan keruh. Tak hanya itu, air juga mengeluarkan bau tidak sedap.

foto : Kubangan air limbah TPA yang mengeluarkan bau sangat menyengat.

Sementara kondisi beberapa sumur warga terlihat berwarna kuning. Warga pun tak bisa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-sehari.

Salah satu tokoh warga sekitar lokasi TPA, Solihin mengaku, bau menyengat dan air yang keruh bukan hal baru di desa sekitar TPA. Kondisi paling parah terjadi saat musim hujan seperti saat ini.

”Kalau ada angin dari utara cukup bau sampah sangat mengganggu. Utamanya, di wilayah yang berada di bawah TPA,” ujarnya.

Namun begitu, soal bau dia dan sejumlah warga tidak menjadi persoalan serius. Persoalan serius dan menjadi keluhan warga selama beberapa tahun yakni resapan air sampah yang telah mencemari sumur, yang kerap dimanfaatkan warga setempat, untuk keperluan mandi dan cuci,” katanya.

Dia menyebutkan warga biasanya mengambil air dari sumur. Namun, setelah tercemar warga otomatis takut mengonsumsi air tersebut. “Ini membuat warga resah,” katanya.

Menurutnya, kondisi airnya lengket saat digunakan. Bahkan, menyebabkan gatal saat digunakan secara terus menerus. “Airnya seperti tercampur kotoran, khususnya saat musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, saat ini warga mengandalkan air hujan. Sementara, untuk memasak warga mengandalkan dari air isi ulang. “Memang harus beli air. Sebab kami takut keracunan,” ujarnya.

Lalu apa tindakan pemerintahaan kota cirebon, kususnya dinas Lingkungan Hidup (LH) menyikapi permasalahan buruknya sistem pengelolaan limbah TPA disini, kubangan pembuangan limbah disini sangat buruk, hanya kubangan tanah biasa tidak ada sistem yang baik, tidak ada setandar yang sesuai, ” limbah TPA dibuang begitu saja, dibiarkan di kubangan tanah sehingga kami sebagai warga kena dampak kerugiannya, lalu apa yang akan dilakukan, supaya warga bisa menjalankan kenyamanan seperti dahulu, merupakan tugas pemerintah yang salah satunya memberikan kenyamanan pada warganya.” tegasnya.

Sementara itu, pak Untung selaku kepala UPT pengelola TPA menerangakan kepada awak media (22/04), terkait pengelolaan pembuangan atau tempat pembuangan limbah TPA yang menurut informasinya tidak ada anggaran dari dinas LH, ” Saya tidak dapat anggaran untuk perbaikan dan untuk mengelolaan limbah TPA disini dari kadis LH, jadi mau gimana lagi saya hanya bisa diam tidak bisa berbuat apa-apa.” (Tim/Red)