Berawal Dari Travo Listrik Meletus Berimbas Pembongkaran PKL

oleh -1,007 views
SURABAYA, Rakyatjelata.com РKampung genteng kali kulon pagi ini terlihat ricuh, pasalnya kedatangan Satpol PP yang tiba tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu membongkar paksa 3 Lapak pedagang yang berada di samping kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISPENDUKCAPIL)  Surabaya. Kamis 8/11/2018
Berawal dengan konsleting (Short Electrical) sebuah Travo listrik yang berada di gang Genteng Kulon, spontan mengundang pihak dari PLN untuk segera memperbaiki trobel yang terjadi. kemungkinan terkendala oleh sebuah lapak yang berada tepat di bawah Travo, maka situasi tersebut menyulitkan pihak PLN untuk memperbaiki travo tersebut. karena kurangnya koordinasi dengan para pedagang dan juru parkir yang berada di lokasi kejadian, maka pihak PLN menghubungi Lurah setempat untuk memberi arahan kepada pedagang agar menggeser sementara dagangannya.
Di luar dugaan, selang beberapa menit setelah kedatangan Lurah tiba tiba pihak satpol PP langsung memberikan komando untuk membongkar loket karcis yang berada tepat di sisi kiri pintu masuk gang dan merembet ke warung nasi serta warkop yang berada di sebelah loket karcis tersebut. Padahal lokasi loket tersebut sama sekali tidak mengganggu para petugas PLN untuk melakukan perbaikan.
Saat di temui di lokasi kejadian, menurut penuturan Hariono alias Pengki (55) selaku koordinator parkir menjelaskan kepada awak media Rakyatjelata.com, “Saya kaget. kenapa kok tiba tiba loket karcis kami di bongkar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Mestinya kan gak seperti ini. Ayo kita bicarakan terlebih dahulu. Kalaupun emang warung menggangu aktivitas PLN kami akan menggesernya kok. Jangan paksa bongkar seperti ini, apalagi kami di sini juga taat Retribusi dan iuran untuk kampung kami selalu aktif tidak pernah telat.” ucapnya bernada geram.
Di sisi lain Muh Tamrin (56) selaku ketua RW yang menjabat selama dua periode di kelurahan genteng kecamatan genteng juga menjelaskan atas kejadian ini.
“Sebenarnya kejadian pembongkaran ini semestinya tidak terjadi seperti ini, nampaknya tadi terjadi mis komunikasi terhadap pihak Satpol PP, dan saat ini para pedagang menyalahkan saya atas insiden ini.
Mereka meminta tanggung jawab saya selaku ketua RW di sini.” terangnya.
Sebenarnya hal ini sudah lama di asosiasikan terhadap para juru parkir dan pedagang setempat. Bahkan¬† dalam pertemuan itu juga di hadiri oleh 3 pilar yaitu kelurahan Genteng, pihak kepolisan Genteng, serta dari Kodim setempat. Saat itu mereka menggelar rapat di lapangan balai RW 4 dan di hadiri oleh para pedagang yang berjualan di sekitaran fasum jalan genteng kulon.” imbuh ketua RW.
“Dari hasil rapat tersebut telah di putuskan untuk disepakati bahwa Fasum harus ada ruang kosong 2,5 meter sebagai jalan akses masuk para penduduk setempat. Hal itu juga sudah dilaksanakan, bahkan sebelum jauh jauh hari Rapat itu.
tadi mungkin karena lagi padat pengunjung yang mau mengurus surat di DISPENDUK, maka tak ayal membuat lokasi tersebut agak padat dengan adanya beberapa motor. Hingga membuat sedikit kesulitan pihak PLN untuk membenahi travo yang konslet akibat turunnya hujan hingga berujung pada pembongkaran Lapak PKL ini.” pungkasnya. (Kkh/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.