Bandit Jalan Bertato Menangis Saat di Sergap Tim Unit Jatanras Polrestabes Surabaya

oleh -93 views

Surabaya, RakyatJelata.com – Tak mau berhenti ulah bandit jalanan yang satu ini meski dua tahun lalu sudah pernah ditangkap dan di hukum 2 tahun dalam kasus perampasan, jambret ini merengek, rengek saat ditangkap Tim Unit Jatanras Polrestabes Surabaya yang kedua kalinya. Betapa tidak, kaki kananya di Hadiah timah panas setelah menyerang anggota saat disergap.

Iptu Giadi Nugraha menerangkan; Pelaku ini kami kejar setelah beraksi di Jalan Darmo Indah Selatan,” terang Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya pada Jumat. (11/10/2019)

Jambret dengan badan yang penuh tato di sekujur tubunhnya itu bernama Adi Angger Setiawan (21), warga Jalan Dupak Pasar Baru II, Bubutan, Surabaya. Dia ditembak Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya yang saat itu dipimpin Kasubnit Iptu Tio Tondy.

Saat itu, tepatnya medio Juli 2019, Adi merampas tas Nurul (22), gadis asal Bojonegoro yang indekos di Benowo, Surabaya. Setelah korban melapor, tandem Adi saat itu ditangkap lebih dulu, yaitu Budi Santoso, yang berperan sebagai joki motor Honda Beat bernopol L 4375 IE yang mereka pakai saat itu.

Adi terpantau melintas di Jalan Pasar Kembang, Surabaya, sekitar pukul 06.15 Wib, 17 September 2019. Tak ingin kehilanggan buruannya, Iptu Tio dan timnya menggeber motor mereka mengejar Adi yang saat itu juga melaju kencang.

Pengejaran berhasil dan laju motor Adi terhenti di depan Hotel Hasma, jalan itu. Saat terkepung, Adi bukannya turun dari motor dan menyerah, Ia malah menggeber motornya dan berusaha menabrak Iptu Tio dan timnya. Karena membahayakan, tim ini melesatkan tembakan ke kaki kanan Adi.

“Tim kami terpaksa menembak kaki Adi, lantaran melawan saat di sergap oleh anggota,” tegas Giadi.

Setelah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, Adi digelandang ke Mapolrestabes Surabaya beserta motor Honda Beat bernopol L 4375 IE yang ditungganginya dan sebuah handphone (HP) merk OPPO.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Adi juga pernah menjambret di sejumlah TKP, yaitu pada Mei 2019 bersama Budi di TKP depan Pasar Turi
Surabaya dengan hasil sebuah HP merk Advan. Kemudian pada Juni 2019, keduanya merampas HP Samsung di Jalan Tanjungsari, Surabaya.

Lalu, masih pada bulan Juni 2019, Adi, Budi dan DPO MD, merampas HP Oppo milik anak kecil yang saat itu berjalan kaki di sekitar Taman Pelangi, Surabaya. Lantas pada bulan Juli 2019, bersama DPO NTN dan BM, Adi beraksi di sekitar sentra kuliner Jalan Indrapura, Surabaya dengan hasil sebuah tas berisi uang Rp 3 juta.

“Nah, Adi ini pernah ditangkap Polsek Sawahan, Polrestabes Surabaya pada tahun 2017 atas kasus yang sama. Saat itu ia kurung dua tahun penjara,” beber Giadi pungkasnya.

(sAm/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *