Angka Prevalensi Stunting Jember Tinggi, Representatif sebagai Tuan Rumah COE

oleh -56 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Kabupaten Jember dinilai sangat representatif sebagai tuan rumah program percepatan penurunan Stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menunjuk Jember sebagai tuan rumah pelatihan kapasitas kader Center Of Excellent (COE). Acara berlangsung selama 3 hari mulai hari ini hingga tanggal 17 Februari 2022 di Hotel Meotel Jember di Jalan Karimata lantai II. Acara resmi dibuka oleh Bupati Jember didampingi Kadis DP3AKB dan Kepala BKKBN Provinsi Jatim.

Bupati Hendy Siswanto berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Pemkab Jember sebagai tuan rumah.

“Jember sangat terbuka dan kami berharap banyak pada kegiatan seperti ini,” ucap Hendy Siswanto.

Kabupaten Jember kondisi angka prevalensi stunting masih tinggi. Oleh karena itu Bupati Hendy senang acara COE BKKBN dilaksanakan di Jember. “Karena itu masih berkait dengan masyarakat Jember sebab kami masih perlu dukungan dan suport penuh dari BKKBN Provinsi maupun dari Pusat,” kata Hendy usai membuka acara.

Yel-yel kader BKKBN

Kader COE BKKBN Kabupaten Jember masih 5 orang. Dengan momen itu Bupati akan menambah jumlahnya sebab wilayah Jember sangat luas. Jember memiliki 248 desa dan kelurahan.

Salah satu penyebab Stunting adalah pernikahan usia dini. Bupati Hendy menjelaskan Pemkab sudah menjalin kerjasama (MoU) dengan Pengadilan Agama, Kantor Kementrian Agama, dan juga Kepolisian Resort Jember. Salah satu poinnya jika ditemukan pemalsuan data bisa dijerat pasal pidana sehingga pihak penyelenggara pernikahan dituntut berhati-hati.

Peserta dari perwakilan Kabupaten dan Kota Se-Jawa Timur ikut pelatihan di Hotel Meotel Jember

Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Dra Maria Ernawati mengatakan alasannya kenapa Jember dijadikan tuan rumah.

“Jember ini tempat yang representatif, artinya selain tempatnya nyaman juga kita akan belajar bersama-sama tentang percepatan penurunan stunting,” ucap Erna sapaan ketua BKKBN Jatim itu.

Dia menyebutkan angka Stunting di Jatim masih cukup tinggi berkisar 23,5 %. Sedangkan Kabupaten Jember sedikit lebih tinggi yaitu 23,7%.

Dengan penempatan acara COE diharapkan Jember bisa segera beraksi. “Termasuk angka penurunan pernikahan anak (dini) yang menjadi faktor utama stunting,” jelas Erna.

Di BKKBN ada program untuk menyasar ke sekolah-sekolah yaitu PIC dan Sekolah Siaga Kependudukan.

PIC bertugas membangun konselor sebaya yaitu mendidik siswa untuk menjadi konselor (tentor) bagi teman-teman seusia. (Sigit)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.