Alun – Alun Sepi, Masih Ada Pedagang Kaki Lima Kecewa Dengan Kebijakan Pemkab.

oleh -738 views

BOJONEGORO, Rakyatjelata – Sejumlah Pedagang  kaki lima (PKL) di kabupaten Bojonegoro masih ada yang mengeluhkan kebijakan pemkab Bojonegoro atas larangan jualan di Sekitaran Alun – alun.

Pasalnya, Mereka Para pedagang kaki lima sangat kecewa Karena tempatnya untuk mengais rejeki sekarang tidak boleh lagi untuk jualan.

“Awalnya lahan untuk jualan di pusat kota Bojonegoro Dan sekarang alun-alun Bojonegoro harus bersih dari para pedagang.” Ungkapnya selasa (10/3/2020) malam.

Ia pun menyesalkan, Alun-alun Bojonegoro yang awalnya setiap malam sangat rame, Banyak anak-anak yang bermain dan juga orang berjualan makanan, Sekarang menjadi sepi.

“Saya sangat kecewa dalam pribadi saya sendiri, Karena bagi saya pusat kota itu slalu rame. Tidak ada yang namaya pusat kota sepi,” Ungkap pria yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut.

“Karena dimana pun mbak, Alun alun adalah pusat kota, Dan saya pun slalu melihat di kota lainya sangat rame dan tidak pernah sepi.”ungkapnya pada media ini menyesalkan kebijakan pemkab.

Ia pun berharap, masih bisa berjualan di sekitaran alun – alun dengan cara di beri jam jualan seperti sebelumnya.

“Harapan kami supaya kami masih bisa berjualan dengan tenang di Alun – Alun dan tidak ada gusuran.” Harapnya.

Dalam masalah PKL, Di kutip dari wab resmi pemkab Bojonegoro, Bojonegoro.co.id sebenarnya Pemkab Bojonegoro telah memberikan sarana bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sejumlah tempat termasuk di seputaran alun alun.

Pemkab sebenarnya telah memberikan 500 tenda  sebagai Pemberdayaan PKL agar tidak liar pada tempat yang telah direlokasi.

Hal itu yang telah di ungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Sukaemi, saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di seputar alun-alun Bojonegoro, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya bantuan tenda tersebut tujuannya agar para PKL dapat berjualan dengan nyaman di tempat yang disediakan.

Menurutnya, Pemkab bukan menggusur para PKL akan tetapi merelokasi agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kita ingin para PKL dapat berjualan dengan nyaman ditempat yang kita sediakan,” tandasnya.

Sementara itu audensi terkait lanjutan relokasi PKL itu dihadiri Ketua DPRD, Imam Sholihin, dan Komisi C diantaranya Ahmad Supriyanto, Sutikno serta diikuti perwakilan PKL.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Solihin, menyampaikan, hearing ini untuk memfasilitasi para PKL yang menolak ditata ulang oleh Pemkab Bojonegoro.

“Kami persilahkan untuk mengutarakan apa yang menjadi tuntutan dalam diskusi pada hari ini sehingga kita bisa mencari solusi bersama – sama,” ujarnya.

Ketua PKL seputaran alun-alun, Sumarjo mengatakan telah bertemu dengan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah terkait rencana relokasi PKL dua pekan sebelumnya. “Kita waktu itu diberi petunjuk untuk mencari tempat bagi para PKL yang penting seputaran alun-alun bersih dari PKL,” ucapnya. (Dwi/Kominfo)

(Ciprut/Red)