Aliansi Muslim Cyber Army Jokowi : Desak Pemerintah Untuk Segera Cabut Ijin Kewarganegaraan Habib Rizieq

oleh -1.247 views

JAKARTA, Rakyatjelata.com – Sikap dan perbuatan Habib Rizieq selama ini yang selalu memprovokatori suasana di Indonesia, telah menimbulkan kegelisahan masyarakat, meskipun keberadaannya diluar Indonesia, namun antek-antek dari kubunya selalu siaga di Indonesia untuk menunggu perintahnya. Berdasarkan hal tersebut, Diki Candra, M.M. ( Ketua Umum Muslim Cyber Army Jokowi), ditemani Prof.Dr. KPAr. Anwar Husin, S.H, M.H., M.M. (Ketua Umum “Militan 34″), mewakili Aliansi Relawan Pemenangan Jokowi-Amin, menggelar Konferensi Pers di Hotel Fave PGC Cililitan Jl. Mayjen Soetoyo No. 76 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur (21/05).

“Kewarganegaraan dan Paspor Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq) harus segera dicabut karena yang bersangkutan sudah membahayakan keamanan Negara dan tidak taat terhadap hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Dikki Candra.

Habib Rizieq sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang provokatif, penuh kebohongan, tidak benar, melanggar hukum dan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sangat plural. Kita tidak ingin Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang ramah, cinta damai, sejuk, toleran, harmonis, beradab dan berprinsip sebagai agama/umat penuh rahmat bagi sesama umat manusia dan dunia, -menjadi keos, penuh konflik internal (konflik komunal) karena provokasi ajaran ajaran/ujaran-ujaran yang ekstrim, radikal, dan manipulatif. Kami menolak politisasi agama untuk kepentingan politik tertentu.

“Kami merasa terganggu merasa tidak dianggap oleh Habib Rizieq dan Amien Rais bukan soal Islam itu aja tapi bahasa Habib Rizieq dan yang lainnya dan pengikutnya semua, yang mana telah mengatakan bahwa pengikut Jokowi munafik, sedangkan pengertian dari kata munafik dalam Islam adalah orang yang pura-pura masuk Islam hanya di depan nabi-nabi saja namun bukan Islam. Untuk itu, kami menggelar jumpa pers disini,” ungkap Dikki Candra.

Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi, HAM, kebenaran, ketertiban sosial dan peradaban. Karena yang bersangkutan sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang provokatif, tidak benar, seperti pilpres curang, seruan jihad yang keliru, sehingga sudah membahayakan keamanan Negara, menciptakan keresahan sosial dan tidak taat terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga Pemerintah harus mencabut paspor atau kewarganegaraannya,” tutur Prof. Anwar Husin menambahkan.

Terkait hasil sidang BAWASLU, yang menolak tuduhan adanya kecurangan TSM kepada pihak kubu 01, Dikki Candra mengungkapkan bahwa tim aliansi relawan Jokowi akan melakukan pembagian hadiah kepada 10 orang tokoh hoax di Indonesia. Masing-masing memperoleh hadiah; Piala, piagam, voucher & uang Rp,1,000.

“Kami meminta semua pihak kembali kepada hukum dan UU yang berlaku, taat hukum, dan berpedoman kepada hukum dan UU. Selesaikan semua permasalahan dan perselisihan pemilu dengan mekanisme hukum normatif yang ada. Paska Pilpres, kita harus merajut kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan, solidaritas sebagai sesama anak bangsa. Hentikan semua provokasi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah. Tidak ada lagi 01 atau 02; tetapi kita semua sekarang adalah 03 (Persatuan Indonesia). Mari kita sama sama membangun Indonesia dengan mendukung Presiden dan Wakil Presiden yang sudah dipilih melalui pemilu yang jujur, adil, terbuka, akuntabel, bersih dan berintegritas,” tutup Diki Candra. (put/tim).