TKSK Kecamatan Pakisjaya Saat Akan di Konfirmasi Kabur

oleh -1,365 views

KARAWANG, Rakyatjelata.com – Laporan wartawan rakyat jelata.com (sabtu 10/11/2018) Penyaluran program pangan non tunai (BPNT), harus tepat sasaran dan jangan bohongin Keluarga penerima manfaat (KPM), misalkan hak penerima dengan besaran Rp 110 per KPM ya harus sesuai, tapi ironisnya di wilayah kecamatan Pakisjaya ada dugaan TKSK kecamatan Pakisjaya ada main dengan penyuplai.
Sesuai dengan arahan sekretaris Ditjen PFM kementerian sosial (Kemensos), MO Royani mengatakan, “bahwa evaluasi melalui rakor diperlukan untuk mempercepat upaya dan langkah transformasi bantuan sosial. Sesuai kebijakan Presiden RI Joko Widodo, seluruh bantuan Rastra bagi masyarakat miskin di arahkan untuk beralih sepenuhnya menjadi BPNT, tetapi harus tepat sasaran” pungkas nya.
Menurut Herbert,S.SP waketum LSM VOSY (Voice of society) bersama rakyat jelata.com, mengatakan, “terkait adanya pihak ketiga yakni penyuplai barang yang juga diduga melakukan kesalahan karena barang yang di sediakannya tidak sesuai standar yang telah ditentukan, maka kami akan tindak lanjut buat laporan kekejari Karawang.
“Seharusnya sesuai aturan, kupon yang diterima setiap penerima manfaat BPNT nilainya mencapai Rp 110 ribu, dan mendapatkan beras yang bagus bukan hanya sekedar beras.” tegasnya.
Saat team rakyat jelata.com datang kerumahnya Robi TKSK ( tenaga Kesejahteraan sosial kecamatan) yang bersangkutan kabur, Kalau memang terjadi penyalahgunaan seperti yang disebutkan di atas, berapa anggaran yang telah diselewengkan untuk kepentingan pihak tertentu dan kalau di wilayahnya tidak ada penyelewengan tidak perlu takut di konfirmasi.
Dinas sosial kabupaten karawang harus segera mengevaluasi penyaluran program BPNT di kecamatan Pakisjaya kabupaten Karawang, jangan sampai program BPNT dimanfaatkan oleh pihak yang mencari keuntungan pensuplai dan pihak pihak yang terkait (team/red).

No More Posts Available.

No more pages to load.