Rakyat Jelata

GRESIK, rakyatjelata.com. Hari Selasa menjelang berbuka puasa, Perhatian masyarakat Gresik yang ada di sekitar Taman Bundaran GKB Gresik terfokus pada jajaran anggota Satlantas Polres Gresik melaksanakan Bagi Takjil dan himbauan Simpatik Bersama Pocil Gresik, 22/05/2018.

sebelum melaksanakan aksi simpati Pocil mendapatkan arahan dari Kanit dikyasa Satlantas Polres Gresik ( doc foto : dikyasa polres Gresik/red )

aksi simpatik  siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Gresik yang tergabung dalam Polisi Cilik atau POCIL menyerukan kepada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi rambu rambu lalu lintas serta pentingnya keamanan dalam berkendara. aksi Pocil yang membuat perhatian masyarakat tersedot ini bekerja sama dengan Satlantas Polres Gresik serta Dikyasa Polres Gresik.

Pocil bersama kanit dikyasa dan KBO polres gresik memberikan arahan kepada pengguna jalan tentang traffic safety everywhere ( doc foto: dikyasa Polres Gresik / red )

sebelum aksi berjalan Pocil Gresik mendapatkan arahan dari Kanit Dikyasa Satlantas Gresik dan KBO Satlantas Polres Gresik, dalam pelaksanaan aksi simpatik tersebut Pocil Gresik dibekali rambu rambu lalu lintas dan rambu rambu himbauan serta spanduk untuk dipajang ketika sosialisasi dilaksanakan. Sosialisasi dilaksanakan kurang lebih 5 menit. Kanit Dikyasa Satlantas Gresik memberikan materi mengenai trafic safety everywhere kepada pengguna jalan. menjelang buka puasa, Pocil bersama jajaran anggota Satlantas polres Gresik bagi takjil kepada para pengguna jalan. (atl/red)

SURABAYA,rakyatjelata.com– Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Wadan Lantamal) V Surabaya Kolonel Marinir CTO Sinaga mewakili Komandan Lantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., mengikuti Safari Ramadhan bersama Forkompimda Jatim dengan buka puasa bersama di gedung Moeljadi Kodiklatal, Surabaya, Selasa (22/5/2018).

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Komandan kodiklatal Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., M.AP., Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum, Pangdam V/Brw Mayjen TNI Arif Rahman, Pangkoarmada II Laksda TNI Didik Setyono, Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Kasgartap III, Wadan kodiklatal,  Ketua DPRD Jatim, Ketua PWNU Jatim, Komandan STTAL, Wakapolda Jatim, Kadispsial Laksma TNI Drs Tri Budi Marwanto. M.M Psi, Danpasmar 2 Brigjen TNI Mar Endi Supardi, Para Dir Kodiklatal Danlanud Sby Kol Pnb Rudy Iskandar, S.E. serta undangan lainnya.

Safari Ramadan Di Gedung Moeljadi, Kodiklatal, Surabaya

Komandan kodiklatal menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan  anggota yang telah hadir serta mengajak untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas  limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga dapat hadir bersama  pada  acara buka puasa bersama ini.
“Di bulan suci ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini kita belajar untuk mengendalikan diri, melatih kejujuran, kesabaran, meningkatkan kadar keimanan serta meningkatkan kepekaan sosial kepada sesama”, ujarnya.
Menurutnya, dibulan yg penuh berkah ini kita harus  mampu menangkap seluruh hikmah tersebut serta menjadikan sebagai  motivasi dalam pengabdian kita  kepada  TNI, bangsa   dan   negara tercinta ini.
Untuk uraian hikmah Ramadhan,  tausyiah disampaikan oleh ustadz K.H, Miftahul Akhyar dan dilanjutkan dengan melaksanakan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjemaah.(Kiki/Red)

JAKARTA,rakyatjelata.com– Si Jago Merah Kembali Mengamuk Di JAKTIM selasa 22/05/2018 Musibah kembali terjadi yaitu sebuah kejadian kebakaran yang menimpa rumah warga hari ini . Api diduga berasal dari konsleting listrik sebuah sekolah, Yaitu SMK 50 yang beralamatkan Jl. Cip Muara 1 Kel. Cip Muara Kec. Jatinegara. Berita kebakaran ini disampaikan oleh salah satu wargs yang bernama Dini, dia melaporkan bahwasanya pada pukul 11:04 WIB telah terjadi kebakaran di Jl. Cip Muara, adapun yang terdampak yaitu 6 rumah tinggal semi permanen dengan luas 100 M2 total 6 KK 30 jiwa, akibat kejadian ini korban mengalami kerugian material total Rp. 250.000.000.

Kebakaran yang terjadi di SMKN 50 JAKTIM (Foto By Sugeng)

Di hari dan jam yang sama namun lain tempat yakni tepatnya di Kel. Pondok Bambu Kec. Duren Sawit juga terjadi musibah yang sama, kebakaran ini menghanguskan setidaknya 8 rumah tinggal dan 32 rumah kontrakan dengan luas 800 M2 total 130 jiwa 36 KK. Untuk penyebab dari kebakaran ini diduga karena adanya konsleting dari salah satu rumah warga dan diperkirakan mengalami kerugian total hingga 1 Milyar lebih.

Proses Evakuasi Korban (Foto By Sugeng)

Mendapat laporan dari warga tersebut Dinas Pemadaman Kebakaran bergerak cepat untuk memadamkan api yang mengerahkan mobil Damkar 15 unit. Sementara untuk para korban kebakaran telah disediakan tenda darurat di pinggiran Sepanjang Sungai DKT.  Antusias masyarakat khususnya yang berada di wilayah JAKTIM ,mereka berbondong bondong memberikan bantuan untuk para korban kebakaran yang berupa baju, selimut, makanan serta obat-obatan. (Sgng/Red)

SURABAYA,rakyatjelata.com – Permainan di dunia tanah saat ini sudah semakin mengerikan. segala cara dan upaya seolah halal di lakukan, apalagi proses yang berkaitan dengan sertifikasi atas lahan yang dikehendaki lewat cara yang tidak wajar. kepemilikan lahan hingga berhektar hektar nampak sangatlah mudah. tinggal menggunakan beberapa modal dan canel di instansi terkait sudah bisa meraup kepemilikan tanah sesuai yang diharapkan para cukong. dengan adanya proses di luar jalur, warga Surabaya semakin tergilas dengan permainan tingkat tinggi seperti itu. lalu siapakah mereka? Ada Misteri Apa didalam BPN ?

Seperti baru baru ini yang menimpa ahli waris Soenarto yng memiliki tanah seluas 4,7 Hektar kini gigit jari. pasalnya, tanah yang di milikinya saat ini telah menjadi milik orang lain. dan cara mereka mendapatkan tanah milik soenarto sendiri tidak jelas asal usulnya. karena Soenarto selama ini tidak merasa menjual tanah tersebut. bagaimana itu bisa terjadi?

Jika di lihat dari History tanah tersebut tak akan mungkin sertifikat menjadi ganda. fakta yang ada di lapangan adalah, Sertifikat tersebut masih ada di Bank Mandiri. sebelum beralih nama dahulu Bank milik negara ini bernama Bank Bumi Daya (BBD). setelah terjadi peralihan, maka kini berubah menjadi Bank Mandiri. dalam hal ini pihak Bank juga terkejut, bahkan mereka siap di hadirkan ke meja hijau. semua alat bukti yang di miliki oleh pihak Bank Mandiri masih tersimpan rapi. dan Status sertifikat itu di Blokir oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) jl Taman Bungkul no 5 Surabaya.


 
Pihak BPN dalam hal ini menjadi target sebuah pertanyaan besar.

” saya tidak menyangka kok bisa keluar sertifikat baru lagi, padahal sertifikat itu berada di Bank dan masih ke Blokir Statusnya. saya kir para pakar Hukum sudah tahu lah, apabila menerbitkan sertifikat baru, sedangkan statusnya masih di blokir bisa di jerat Pidana” ucap R Medy Wahyu Sulistiarto

Menurut Sahrul Kasubsi perkara BPN, ” melalui proses sidang Perdata di PTUN ini kami tunggu putusan, apabila nanti putusannya membenarkan adanya bukti tersebut, maka BPN akan melakukan pembatalan terhadap status sertifikat yang baru, untuk selebihnya saya belum bisa memberikan pernyataan lebih” ucap sahrul  kasubsi perkara.

Setelah terbuktinya bahwa tanah yang seharusnya di miliki oleh Soenarto saat ini telah menjadi 13 sertifikat. tentu hal ini menjadi monster bagi para pemilik tanah, karena yang menerbitkan 13 sertifikat tersebut dari BPN.

” kami sudah melakukan upaya Hukum, meskipun saat ini kami melaksanakan sidang secara Perdata dan kami sangat menghormati proses Hukumnya, namun fakta dan berdasarkan alat bukti yang kami punya, sebenarnya kasus ini sudah bisa kami pidanakan, tapi kami masih menghormati proses secara utuh, dan kami tinggal menunggu hasil putusan, apabila bisa di lakukan upaya damai ya kami siap untuk menyetujuinya” tutur R medy Wahyu Sulistiarto (kiki/red)

GRESIK,rakyatjelata.com. Satlantas Polres Gresik kali ini melaksanakan berbuka puasa bersama masyarakat dengan cara yang berbeda, yakni dengan cara memberikan pelatihan kepada pengendara tentang praktek ujian sim secara gratis. Coach Clinic For employe bersama satlantas Polres Gresik secara gratis.21/05/2018.

Coach Clinic for employe ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman tata cara berkendara kepada pengendara pemula yang akan melaksanakan ujian sim dengan baik dan benar. pelaksanaan dilapangan langsung dipimpin oleh kasatlantas Polres Gresik. AKP Wikha Ardilestanto.SH.SIK.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Adilestanto.SH.SIK. saat memberikan pengarahan kepada peserta clinic ( doc foto dikyasa polres Gresik/red)

uji praktek berkendara roda dua dan roda empat ini langsung didampingi oleh AIPTU Jailani dan beberapa Anggota Satlantas Polres Gresik. tahapan uji materi disampaikan oleh Dikyasa Polres Gresik dan berlanjut dengan praktek.

Peserta Coach Clinic for employe begitu antusias mendengarkan arahan dari satlantas dan dikyasa Polres Gresik. ( doc foto dikyasa polres Gresik/red)

masyarakat yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. kurang lebih ada 35 orang yang ikut serta dalam pelaksanaan Coach Clinic For Employe bersama Satlantas Polres Gresik. setelah melaksanakan kegiatan tersebut. masyarakat bersama Kasatlantas beserta seluruh jajaran anggota Satlantas Polres Gresik dan Dikyasa Polres Gresik berbuka puasa bersama di pendopo satlantas polres Gresik. ( atl/red)

SURABAYA, rakyatjelata.com– Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia SOKSI- HUT 58 TAHUN .SOKSI didirikan oleh Almarhum Letjend Prof DR Suhardiman,SE adalah Organisasi Kader Bangsa Front PANCASILA pada Tahun 1965 melawan PKI. SOKSI salah satu Organisasi yang membidani kelahiran GOLKAR. Dalam perjalanan dan kurun waktu, SOKSI mencatat nama nama tokoh yang di kenal masyarakat luas dan menghiasi media Nasional antara lain Almarhum Jendral A. Yani , Almarhum Jendral Alamsyah, Oetoyo Usman, Sultan Jogyakarta, Jendral Wiranto, Almarhum Baramuli, Almarhum Probosutedjo. Bomer Pasaribu dan banyak tokoh-tokoh Nasional pada zamannya dibarisan SOKSI. pada era sekarang Generasi Baru SOKSI hendaknya Mencetak Kader Bangsa.

 

SOKSI telah banyak mencetak Tokoh Nasional dari jabatan Lurah, Menteri, Anggota DPR sampai yang berada di Lembaga Tinggi Negara pada masa lalu. Semoga SOKSI sekarang yang diketuai PLT Bobby Suhardiman menjadi perekat kader kader SOKSI yang banyak tersebar di seluruh wilayah NKRI dan juga dapat menggerakan sayap sayap SOKSI antara lain Wirakarya, Wanita Swadiri, Baladhika Karya menjadi petarung sejati bela PANCASILA anti paham Radikal dan TERORIS .

Semenjak mahasiswa saya  pribadi sudah ikut aktif di Soksi, tutur Bobby.(Edi/Red)

SURABAYA,rakyatjelata.com– Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin, SH. menghadiri Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Surabaya dengan Inspektur Upacara Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, MT.

Senin,
21/5/2018.

Selain Komandan Lantamal V, tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Laksma TNI dr. I.D.G Nalendra (Karumkit Dr. Ramelan), Kombes Pol Rudi Setiawan (Kapolresta Surabaya), Kolonel Kav M Zulkifli (Danrem Surabaya), Kolonel Marinir E.W Gumelar (Danmenart-1 Mar), Teguh Darmawan (Kajari Surabaya), Dr. Harsono (Dirut RSUD dr. Soetomo) para Veteran, tokoh agama dan tokoh masyarakat Surabaya serta segenap tamu undangan lainnya.
Menkominfo RI dalam amanatnya yang dibacakan oleh Irup menyampaikan bahwa Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan.
Presiden Pertama dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: “Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide, satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa.
Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.
Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya.

Nampak Para Pejabat Begitu Khidmat Disaat Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.
Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan.
Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri.
Oleh sebab itu tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.
Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi.
Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif. Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi.
Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. (Kiki/Red)
 

SURABAYA, rakyatjelata.com. Indonesia dalam duka yang bertubi tubi, dihadapkan dengan banyak persoalan, pasca duka akibat teror bom di surabaya beberapa waktu yang lalu, beruntun duka itu bersambung. terlepas dari persoalan tersebut, Membangun kembali Indonesia bersama kelompok diskusi Tepi Kota menjadi penggugah semangat bagi banyak kalangan terutama dari kalangan aktivis dan mahasiswa. ( 20/05/2018)

momentum hari kebangkitan nasional yang hampir tidak ada hingar bingar di beberapa media, atau memang moment yang pernah terjadi di surabaya, tokoh tokoh pergerakan nasional memulainya dengan diskusi kecil di surabaya waktu itu sangat memberikan pengaruh besar bagi sejarah bangsa selanjutnya.

memandang persoalan yang terjadi tidak hanya pada sisi kemanusiaannya saja, akan tetapi dari sudut pandang politik, kebudayaan, sosial, ekonomi, hukum dan aspek aspek yang lain menjadi titik tolak diskusi yang dilakukan oleh komunitas tepi kota. kegiatan yang dihadiri kurang lebih 50 orang dari banyak kalangan serta elemen elemen mahasiswa. Diskusi dengan tema membangun kembali manusia indonesia menghadirkan penikmat kebudayaan Indra Tjahyadi, Ardhian Sumadhijo.SH, dari elemen aktivis Rumaha Gerakan 98, Yusron Aminullah, Provokator Literasi Nasional, Sulistyanto Soejono, budayawan kemudian Pengasuh Padepokan Seni dan bahari, Gunung Anyar, Daniel M Rosyid sebagai pembicara dalam agenda diskusi yang dimediatori oleh Budi Priambodo.

suasan gayeng membangun kembali manusia Indonesia bareng kelompok Diskusi Tepi Kota ( doc Foto Amin Oi Bongkar1910 Gresik / red )

Kelompok Diskusi Tepi Kota sendiri adalah sebuah kelompok yang terlahir dari perbincangan di warung kopi, Arief Sutodiwirjo selaku ketua pelaksana menyampaikan harapan kegiatan diskusi kecil ini mampu memberikan jawaban atas polemik dan persoalan kemanusiaan sedang terjadi, khususnya di Indonesia. dengan jalan Diskusi dan saling bertukar pikiran kemudian melahirkan sebuah rumusan dalam menanggapi masalah tertentu yang mengerucut pada kesadaran sebagai makhluk sosial. kegiatan yang terlaksana di kedai kopi moeljo tadi malam juga dihadiri oleh para tokoh tokoh masyarakat salahatunya adalah ketua DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Armuji. ( lala/red )

Kediri. rakyatjelata.com. Ketika Ramadhan tiba,semua masyarakat muslim hampir di seluruh dunia menyambut dengan rasa bahagia dan suka cita,tak terkecuali anak-anak.Riuh rendah celoteh anak-anak hampir bisa di temui di Masjid maupun Mushola di kampung-kampung, mereka menganggap puasa adalah tidak boleh makan dan minum di waktu siang sampai menjelang waktu Magrib,tapi ada makna yang luar biasa dari semangat anak-anak menjalankan ibadah puasa.Ketika seorang anak tidak ikut makan sahur,ada perasaan kecewa,marah dan kesal,dan ketika tiba waktu Magrib, begitu suka citanya mereka mendapati makanan dan minuman lezat di meja makan.Ada pemaknaan luar biasa jika seorang orang tua bisa memberi pelajaran hidup bagi anak-anaknya,

“Apakah kamu tahu nak,jika seseorang merasakan kelaparan bisa menimbulkan kemarahan !?” Apakah engkau mengerti nak,jika orang lain merasakan kelaparan kita juga bisa merasakan penderitaan orang tersebut,pernahkah kita punya rasa untuk berbagi,walaupun itu hanya secuil makanan !? “


“Dan apakah kita tahu nak,bahwa di atas meja makan belum tentu kita menemukan makanan seperti hari kemarin !?, menemukan rasa nikmat seperti hari kemarin !? ” karena Tuhan memberi nikmat jika kita bersyukur atas apa yang di beri hari ini,

” Lihatlah nak,banyak saudara kita di sana yang lebih merasakan rasa lapar,tapi mereka tak pernah menyerah apa yang dihadapi dengan penderitaannya,dan rasakanlah  nak,apakah esok hari kita masih menemukan kenikmatan di atas meja makan !? “

   فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs. Ar Rahmaan 40)

Puasa atau “Poso” ( bhs.jawa) adalah “Tapa ing Rosa” ( bertapa/bertafakkur dalam rasa ) , sebuah pemaknaan dalam kaca mata orang-orang sederhana,baik sederhana ilmu,sederhana pengjajian bahkan sesederhana kehidupan anak-anak kampung.Puasa adalah introspeksi moral kita.Ilmu adalah jalan,rasa adalah mata,dimana kita bisa instrospeksi diri kita sendiri,tanpa merendahkan orang lain dalam sudut pandang apapun,karena itulah nikmat Tuhan sesungguhnya,bukan hanya nikmat Tuhan di sebuah meja makan. (bchr/red)

SURABAYA, rakyatjelata.com– Adab kepada orangtua, Dimana dikatakan bahwa, “Sungguh durhaka seorang anak yang hanya mendo’akan kedua orangtuanya hanya 5 kali dalam satu hari.”
Saya bingung, kenapa kita udah do’ain orangtua sehari 5 kali, kok masih di bilang anak durhaka ?
Dalam kegundahan hati, saya mencoba mencari tahu jawabannya, dan akhirnya menemukan jawaban ini bertepatan dengan bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh ini, yaitu melalui kegiatan pesantren kilat yang diadakan oleh salah satu Ponpes di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut saya bertanya kepada seorang ustaz, mengapa seorang anak yang sudah mendo’akan kedua orangtuanya 5 kali dalam sehari, masih di katakan anak yang durhaka?
Kemudian Ustaz meminta kepada saya untuk membacakan do’a untuk kedua orangtua. Dan saya bacakan do’a yang biasa saya baca setelah sholat.
“Robighfirli waliwali dayya” stop kata si Syaikh. Ulangi lagi.
“Robighfirli waliwali dayya” stop, ulangi lagi.
“Robighfirli waliwali dayya” stop, ulangi lagi. Terus saya ulangi sampai sepuluh kali.
Kemudian Ustaz bertanya kepada saya, “Apakah kamu capek?”
“Tidak Ustaz”.
“Apakah kamu sampai berkeringat?”
“Tidak Ustaz”.
“Apakah kamu sampai mengeluarkan uang membaca do’a seperti yang kamu baca tadi?”
“Kembali saya jawab tidak Ustaz.”
“Kamu gak perlu mengeluarkan uang, kamu gak perlu mengeluarkan keringat, kamu gak perlu mengeluarkan tenaga yang besar hanya untuk membacakan do’a ampunan kepada kedua orangtuamu. Tapi kenapa kamu hanya bisa memintakan ampunan untuk orangtuamu sehari semalam hanya 5 kali. Padahal sejak kamu masih berada dalam perut ibumu, berapa banyak keringatnya yang sudah ibumu keluarkan karena beratnya menanggung kamu yang berada di perutnya.
Betapa sakitnya ibumu saat melahirkan kamu, berapa besar biaya yang sudah di keluarkan kedua orangtuamu untuk membesarkan kamu. Dan sebagai balasannya, kamu hanya bisa mendo’akan kedua orangtua mu hanya 5 kali dalam sehari semalam?
Padahal satu kali saat kamu membacakan do’a untuk kedua orangtuamu, Robighfirli waliwali dayya, saat itu juga satu dosa dari orang tuamu dihapuskan ALLAH.”
Dan ada sebuah kisah, dimana ada seorang orangtua yang saat dia dimakamkan penuh dengan dosa, tiba-tiba, saat orangtua tersebut sedang kesusahan di alam kuburnya, ALLAH berikan keringan serta ALLAH berikan kemuliaan. Sampai-Sampai ahlul kubur bingung, kenapa dia di angkat derajatnya seperti ini?
Kemudian jawab malaikat, “Ini berkat do’a anak anak mu”.
RENUNGKANLAH,
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
ALLOHUMMAGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WAR HAMHUMAA KAMA ROBBAYAANII SHOGIIROO
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. (Edi/Red)

CIREBON,rakyatjelata.com – Lagi lagi terjadi kekerasan terhadap awak media yang sedang melakukan tugas jurnalisnya, padahal sejatinya para kuli tinta ini di lindungi oleh UU pers No 40 tahun 1999, barang siapa yang menghalang halangi tugas wartawan bisa dijerat dengan pidana penjara atau denda.

UU pers ini sudah jelas dan gamblang tinggal bagaimana aparat penegak hukum menjalankan fungsinya dalam penegakan terhadap sebuah hukum jangan sampai pihak pihak hukum ini membiarkan para insan insan pers yang mendapatkan kekerasan baik fisik maupun non fisik di biarkan.

Seperti yang di alami 4 wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Cirebon mendapat kekerasan fisik dari oknum pegawai saat menjalankan tugasnya memantau pekerjaan pembangunan gapura di Desa Gegunung Kecamatan Sumber Cirebon Jawa Barat.
Anggaran rehabilitas Taman Makam Pahalawan tersebut dari Dinas Sosial Cirebon dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.178.500.000 yang dikejakan oleh CV INDOVERO.

Menurut muhidin, Saya ke lokasi berempat dengan rekan rekan media lain, dari patroli, jurnal pagi, dan rekan dari lintas indonesia, mendatangi lokasi proyek yang berada di Desa Gegunung yang dilokasikan untuk membuat gapura Makam Pahlawan.

Saya dan rekan-rekan menemui pihak pelaksananya untuk konfirmasi perihal kegiatan proyek, setelah bertemu dengan pihak pelaksana kami di bawa ke lokasi di samping balai desa Gegunung tepat jam 12:30  hari sabtu 19 mei 2018, setelah selesai konfirmasi dengan pihak pelaksana, kami berempat keluar dari gerbang balai desa, tiba tiba diserang oleh seseorang yang di duga sebagai mandor dengan membawa pekerja dan juga beberapa preman untuk menyerang kami.

Kondisi Motor Yang Jadi Sasaran ( Foto By Dede )

Lanjutnya, saya keluar dihadang dan di ancam oleh seseorang yang di duga sebagai mandor pekerja, supaya tidak mengganggu pekerjaannya, namun saya  mengabaikannya, lalu saya di pukul dari belakang lalu di lempar pake batu sebesar kepala bayi, batu itu mengenai tengki motor sebelah kanan dan mengenai kaki saya, lalu saya dan rekan rekan wartawan lainya pergi meninggalkan sekerumunan masa yang kurang lebih 10 orang tanpa ada perlawanan, lalu saya dan rekan rekan menuju ke Polsek Sumber untuk melapor tentang kejadian itu, jelasnya kepada rakyatjelata.com.

Kejadian ini mendapat kecaman dari Sudyo SH. MH salah satu penanggung jawab bagian hukum media lintasindonesia, pihaknya sangat menyayangkan tindakan dari sejumlah pekerja, jelas pihak CV. INDOVERO harus bertanggung jawab khususnya kepada pelaku kekerasan terhadap wartawan harus bertanggung jawab secara hukum karena pihaknya akan menindak lanjuti secara hukum yang berlaku.

Pihaknya juga meminta kepada aparat Kepolisian Polres Kabupaten Cirebon kususnya Polsek Sumber untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap 4 wartawan ini, jangan biarkan keadilan hukum pers hilang, usut dengan serius jangan pandang bulu jangan biarkan pelaku kejahatan di biarkan berkeliaran.
Dengan kejadian intimidasi kepada wartawan oleh oknum pekerja CV INDOVERO pekerjaan proyeknya patut dicurigai, kalau memang tidak ada masalah kenapa harus takut kepada awak media, hal ini menjadi dugaan kuat bahwa pekerjaan pembuatan gapura tersebut banyak masalah korupsi, tegasnya. (DEDE S/Red)

GRESIK, rakyatjelata.com. Ngabuburit Safety Riding Polres Gresik bersama Netizen Gresik Sumpek, sabtu, 19 Mei 2018 terlaksana di Wahana Ekspresi Poesponegoro ( WEP )  menjadi perhatian menarik bagi masyarakat kabupaten Gresik terutama pengguna jalan Jaksa Agung Suprapto.

nampak dua tokoh superhero Thor dan superman ikut beraksi dalam ngabuburit Saftey riding Satlantas Polres Gresik – 19/05/2018/ (doc foto Dikyasa Satlantas Polres Gresik/red )

masyarakat terpesona hadirnya dua tokoh super hero yang ramah bagi anak anak, Thor dan Superman yang ikut meramaikan kegiatan Ngabuburit Safety Riding bersama Kasatlantas Polres Gresik beserta para perwira Satlantas Polres Gresik, anggota satlantas baik Polwan dan Opsnal, semua menyatu dalam kegiatan tersebut, memberikan kesan positif kepada masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan mengingat situasi yang berkembang sekarang.

Kegiatan Ngabuburit ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan track zig-zag sebagai salah satu uji praktek untuk mendapatkan SIM, dan dipandu oleh Anggota Satlantas agar masyarakat mampu melakukan track tersebut dengan baik dan benar.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto,SH.SIK bersama Netizen Gresik Sumpek dalam ngabuburit ( Doc Foto Dikyasa Satlantas Polres Gresik/red)

Ngabuburit menjadi sedemikian ceria dengan iringan musik Angklung jalanan sebagai salah satu binaan Satlantas Polres Gresik melantunkan irama irama religi dan tradisi. kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gresik.

nampak kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Adilestanto. SH.SIK, membagikan takjil kepada pengguna jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik ( Doc Foto Dikyasa Satlantas Polres Gresik/red )

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto, SH, SIK kepada media rakyatjelata.com menyampaikan kegiatan ini merupakan ajakan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan kegiatan yang lebih positif dan selalu meningkatkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan sekarang. (Atl/red)

SURABAYA,rakyatjelata com– Setelah beberapa waktu lalu menangkap Disertir di Trenggalek, kali ini Pomal Lantamal V bersinergi dengan Denpomal Lanal Malang dan Kepolisian Gondanglegi amankan disertir A.n Prada RPA yang dibekuk Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Hal tersebut dibenarkan Komandan Polisi Mliter Angkatan Laut, Pangkalan Utama TNI AL V (Danpomal Lantamal V) Letnan Kolonel Joko Tri Suhartono saat ditemui dikantornya, Mako Pomal Lantamal V Jl. Hang Tuah No. 1, DBAL, Ujung Surabaya, Sabtu (19/5).
Menurut Joko-sapaan akrab Danpomal Lantamal V ini- mengatakan bahwa Prada RPA adalah disertir yang sudah dalam proses menunggu surat perintah PDTH (pemberhentian Dinas Tidak Hormat) dari kedinasan TNI AL di satuan Marinir Karang Pulang, Surabaya.
Pelarian Prada RPA berakhir berawal dari tindak pidana penipuan yang dilakukan kepada para pemuda dan pemudi yang baru lulus sekolah dengan modus perekrutan dijanjikan menjadi karyawan restoran di Kepanjen, Malang.
Ia mendaratkan korban membayar
uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000/orang dengan menyertakan photo copy
KK dan KTP. Dari data yang didapatkan korban sudah mencapai 109 orang. Setelah beberapa waktu, warga desa sekitar mulai curiga dengan tidak kunjung terealisasinya perekrutan tersebut, maka warga melaporkan ke Polsek Gondanglegi.
Selanjutnya Polsek melakukan koordinasi ke Denpomal Lanal Malang dan Pomal Lantamal V serta menginformasikan tentang adanya Oknum TNI AL yang melakukan penipuan.
Mendapatkan infomasi tersebut, Danpomal Lantamal V memerintahkan Kadislidkrimpamfik Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi S, S.T., M. Tr. Hanla bersama tim QRAT (Quick Reaction Team) meluncur ke Malang untuk berkoordinasi dengan satuan terkait.
Tim QRAT Jumat kemarin, berhasil mengamankan Prada RPA tanpa perlawanan, dan guna diproses lebih lanjut, Prada RPA dibawa Tim QRAT ke Mako Pomal Lantamal V, Surabaya.
Joko menegaskan, pengejaran terhadap para disertir akan terus digencarkan oleh Pomal Lantamal V beserta jajarannya secara aktif untuk mengeliminir potensi perusakan nama intitusi TNI AL oleh para disertir yang melakukan tindak pidana lain pada saat pelariannya.(Kiki/Red)

SEMARANG,rakyatjelata.com– Rapat Konsolidasi Pengurus Harian Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia Jawa Tengah (DPW PETANI Jateng) telah menghasilkan beberapa poin penting. Rapat yang dihadiri Ketua Umum Petani Satrio Damardjati dan Kepala Laboratorium Kedaulatan Pangan & Agrobisnis Kerakyatan (Lab. KPAK) Petani Unit Riau Sahat Mangapul Hutabarat. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPW Petani Jateng Dumadi Tri Restiyanto dan dihadiri oleh Ujang Sumbarjo Wakil Bendahara DPW Petani Jawa Tengah. Ketua DPC Petani Kota Semarang Sosa Arinof dan Ketua DPC Petani Kabupaten Semarang Taif Maskuri. Kepala Sekolah Petani Jateng Winarso dan Kepala Badan Koordinasi Permodalan DPW Petani Jateng Galih Rilo. 
Menurut Ketum PETANI Satrio Damarjadti menyampaikan beberapa hal dalam rapatnya. Yang pertama, ” Keluarga Besar Petani tetap konsisten dalam hal menjaga dan membumikan Ideologi Pancasila di dalam tubuh Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI). Kedua, isu-isu penting persoalan pertahanan pangan semesta dan distribusi beras nasional. Dan yang ketiga, membangun kemitraan sebuah kemitraan permodalan atau investasi modal secara gotong royong sesuai cita-cita dan misi Petani untuk melakukan percepatan pembangunan basis-basis produksi bagi Petani “.
Ketua DPW Petani Jateng Dumadi Tri Restiyanto jugas menegaskan bahwa, ” Program-program Petani harus menitikberatkan dukungan kepada DPW Petani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang membidani ide-ide dasar tentang Zero waste sistem yang dipelopori dengan kerjasama DPC Petani Kabupaten Kulonprogo dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo “.
Ide positif yang disampaikan oleh Peter relawan dan juga tenaga ahli lingkungan DPW Petani DIY juga menyampaikan pendapat, ” masyarakat dunia terutama Indonesia harus berpikir bahwa masa depan generasi mendatang harus diperhatikan dan dijaga oleh generasi saat ini. Dimana lingkungan hidup harus dijaga kelangsungan ekologi dan menjaga ancaman pencemaran lingkungan dengan melakukan pengolahan limbah secara terpadu. Dalam hal ini Petani harus memulai dari dini dan awal agar persoalan limbah dan sampah tidak menjadi persoalan yang semakin pelik di kemudian hari “.
Pengurus DPW Petani Jawa Tengah berpendapat bahwa, ” Industrialisasi di Indonesia harus memperhatikan dampak eksternal dari Industri berupa sampah atau limbah. Disamping menjadi tanggung jawab Pemerintah sebagai pelayan aktifitas publik, swasta dan rakyat juga berperanan penting “. Rapat tersebut juga menjelaskan kondisi siklus produksi Petani dari bahan mentah menjadi produk dan dikonsumsi, sisanya akan menjadi limbah tapi bila diolah kembali akan menjadi siklus daur ulang dikelola menjadi bahan mentah dan bahan baku industri kembali sehingga tidak meninggalkan bahan yang menciptakan gangguan ekologi lingkungan berupa pencemaran dikemudian hari.
Pengolahan limbah padat seperti Kaca dan plastik serta limbah cair harus dilakukan. Menurutnya pemerintah memiliki perusahaan air minum dan ternyata tidak memiliki perusahaan pengolahan limbah selama ini yang terjadi. Dalam hal ini perlu Instruksi Presiden atau disingkat INPRES untuk Perusahaan Daerah berupa BUMD bahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus mengolah limbah cair dan padat.
Petani yang sudah memulai dengan ide dan percontohan di Yogyakarta siap dilibatkan dan mendampingi di daerah lain untuk secara Nasional, Wilayah, Cabang dan Kelompok Petani di seluruh Indonesia. Serta jajaran pengurus Petani di seluruh DPC Petani melakukan kerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten masing-masing. Khususnya di Jawa Tengah dimana kepadatan penduduk dan industrialisasi semakin meningkat dengan Pemerintah Kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
” Persoalan Impor beras belum dibahas mendetail mengingat sejauh mana kepentingan Impor beras dalam rangka stabilitas harga Beras di Indonesia. Pemerintah harus terbuka kapan impor dan kapan ekspor beras dilakukan. Apakah dilakukan oleh swasta, Pemerintah  atau lembaga lain. Dan apakah impor ini merupakan barter dari surplus perdagangan atau kepentingan politik bilateral. Agar tidak terjadi spekulasi masyarakat tentang adanya proses impor beras di tengah pasar bebas Internasional “, ujar Peter.(Kiki/Red)
(Sumber : Biro Propaganda dan Jaringan PETANI Jateng).

SURABAYA,rakyatjelata.com– Puasa Ramadan, mengingat ia adalah salah satu rukun Islam, adalah merupakan ibadah yang sangat penting untuk diperhatikan setiap unsur dan syaratnya, Termasuk niat.
Niat puasa ini menjadi pembahasan yang panjang di dalam kajian fiqih lintas madzhab. Terutama mengenai diskursus satu kali niat untuk puasa sebulan penuh.
Menurut kalangan Syafi’iyah, niat puasa untuk sebulan penuh tersebut tidaklah cukup. Meskipun telah niat satu bulan penuh, yang sah nanti hanyalah puasa hari pertama saja. Sementara puasa di hari-hari selanjutnya tetap membutuhkan niat di setiap malamnya.
Sementara, Imam Malik, yang menjadi panutan madzhab Malikiyah, menganggap niat satu bulan penuh sudah cukup untuk menggantikan niat di setiap malamnya. Sebagian ulama Syafi’iyah menganjurkan untuk mengikuti (taqlid) pendapat Imam Malik ini. Mengapa? Agar ketika seseorang lupa tidak niat di malam harinya, puasanya tetap dianggap sah.
Lantas, bagaimana niatnya?

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ كُلِّهِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya niat puasa Ramadan satu bulan penuh tahun ini fardlu karena Allah.”
Niat ini cukup untuk diungkapkan dalam hati saja. Namun, ada kesunnahan untuk mentalaffudzkannya (mengucapkannya dengan keras, minimal terdengar telinga sendiri). Itu sebabnya, ketika seusai jamaah tarawih, imam shalat memimpin para jamaah untuk bersama-sama melafadzkan niat. (Edi/Red)

SURABAYA,rakyatjelata.com– Ketua Cabang 1 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada II (DJA II), Ny. Hery Winarno memimpin acara serah terima jabatan Ketua Ranting J Cabang 1 Korcab V DJA II Lantamal V dari Ny. A. Pudji Widodo kepada Ny. Imam Hidayat, Jum’at (18/5).

Sertijab yang digelar di aula Jalasenastri Ranting J, Ujung, Surabaya ini dihadiri seluruh pengurus Cabang 1 DJA II, Pabinhar Cabang 1 DJA II serta Ketua Ranting A – K Cabang 1 Korcab V DJA II.

Ketua Cabang 1 Korcab V DJA ll Pimpin Sertijab Ketua Ranting J ( doc foto kiki/red )

Ketua Cabang 1 Korcab V DJA II dalam amanatnya menyampaikan bahwa serah terima jabatan pada hakekatnya merupakan dinamika pembinaan pola karir perwira TNI AL yang dapat menjadi peluang dan kesempatan untuk menambah wawasan juga pengalaman tugas.

Sebagai istri prajurit TNI AL lanjutnya,  kita harus senantiasa siap sedia untuk mendukung tugas dan tanggung jawab suami dimanapun suami ditempatkan.

Dengan adanya serah terima jabatan ini, segenap keluarga besar Cabang 1 Korcab V DJA II menyampaikan ucapan selamat jalan dan terimakasih kepada Ny. A.Pudji Widodo atas kerjasama dan pengabdiannya selama ini, baik moril, sprituil maupun materiil dalam kehidupan berorganisasi maupun keluarga sehingga tugas-tugas yang diembankan dapat berjalan dengan baik.

“Semoga dipenugasan yang baru nanti, akan semakin sukses, serta dapat memajukan organisasi dan kebahagiaan keluarga,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, istri Asops Danlantamal V ini menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat melaksanakan tugas kepada Ny. Imam Hidayat sebagai Ketua Ranting J. (Kiki/Red)

 

SIDOARJO,rakyatjelata.com – Kasus sengketa tanah di Surabaya masih saja terjadi hingga kini. kepemilikan Sertifikat tanah ganda kerap menjadi momok bagi para pemilik tanah. apakah hal ini ada sebuah perencanaan atau sebuah kesalahan sistem dari instansi terkait. BPN Di duga permainkan sistem sertifikasi dua arah. Kamis 17/5/18

Seperti hal nya kasus yang terjadi di pakal ini. kepemilikan sertifikat tanah yang tidak berdasarkan history maupun status yang jelas membuat pihak ahli waris dan budi lesnono bertarung di meja hijau PTUN. tak di sangka, status tanah yang seharusnya masih diblokir oleh Negara malah terbit sertifikat baru. tentu hal ini membuat kita bertanya tanya.

“kami melakukan gugatan ini terkait adanya munculnya hak atas kepemilikan yang baru, padahal mulai tahun 1973 sertifikat ini di agunkan kepada Bank Bumi Daya, namun setelah memasuki tahun 1998 masuk ke Bank Mandiri dan statusnya telah di Blokir” ucap Masud kuasa hukum dari Wahyu.

Dalam proses persidangan yang diketuai langsung oleh Hakim Lisa Falianti SH masih menunggu dari pihak intervensi untuk memberikan berkasnya harus tertunda seminggu lagi. dengan memakan waktu hanya 10 menit sidang tersebut ditunda pada minggu depan 24 mey 2018.

Sahrul Suwandi selaku Kasubsi Perkara BPN ( dok foto : kiki/red )

“saya tidak ada wewenang untuk menjelaskan secara detail, saya hanya di tugaskan karena posisi saya adalah Kasubsi Perkara di BPN, kalau gugatan sudah menjadi tradisi di BPN mas, untuk perkara ini saya hanya memberikan garis besarny saja, jika nanti setelah proses persidangan sampai putusan maka pihak BPN akan membatalkan sertifikat yang telah terbit” tutur Sahrul Suwandi.

Selain itu, pihak Kuasa Hukum R Medy Wahyu Sulistiarto menambahkan, bahwa pada tahun 2016 telah terjadi pembayaran dari pihak ahli waris. dan yang melakukan pemblokiran pada saat itu Panitia Urusan Piutang Negara Agraria yang pada saat itupun telah memberikan tembusan kepada Kecamatan dan Kelurahan.

“betul mas, dulu yang memblokir adalah Panitia Urusan Piutang Negara, tetapi saat ini sudah berganti nama KPKNN” terang R Hari Santoso kepada rakyatjelata.com. (kiki/red)

 

SURABAYA,rakyatjelata.com –  UNESA Surabaya merupakan salah satu Perguruan tinggi Negeri yang ada di Surabaya. Program Studi Jurusan Musik Universitas UNESA Surabaya pada 15/5/18 tiga hari yang lalu melaksanakan “Grebek Musik #1”. Kegiatan yang terlaksana baru pertama kali ini berbalut suasana duka pasca pengeboman yang terjadi di Surabaya akhir akhir ini. dengan segenap keprihatinan yang dirasakan oleh para mahasiswa UNESA ini, konser musik yang dilaksanakan pada malam itu mengajak kepada para penonton untuk berdoa bersama agar para korban pengeboman mendapatkan tempat di sisi Tuhan.

Grebek Musik #1, menjadi media alternatif mahasiswa Jurusan Musik untuk berekspresi dengan karya-karya musik mahasiswa sendiri. dikemas dalam bentuk ochrestra kemudian menampilkan beberapa komposisi menarik. pada pertunjukan tersebut Mahasiswa Unesa Jurusan Musik mengajak semua Audien berdoa atas peristiwa teror Bom beberapa hari yang lalu.

unjuk karya mahasiswa seni musik di Grebek Musik #1 Unesa Surabaya ( doc foto ; kiki / red )

 

salah satu panitia pelaksana kegiatan. Samsul Muarif menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keprihatinan kami atas kejadian Bom di 3 unit Gereja dan Rusunawa Wonocolo, maka dari itu kegiatan Grebek Musik #1 kemarin kami buka untuk masyarakat Umum, dengan harapan pesan dan keinginan kami dalam menyelenggarakan kegiatan tersampaikan.

Samsul Muarif juga menambahkan bahwa Grebek Musik #1 ini rencananya kami selenggarakan setiap tahun, dengan harapan juga bahwak kegiatan ini semakin lama semakin membaik dan mendapatkan ruang even di surabaya pada khususnya, pada umumnya di jawa timur, sehingga Grebek Musik #1 menjadi salahsatu icon even yang bisa dijadikan referensi even. (kkh/red)

 
 
 
 
 

KEDIRI,rakyatjelata.com– Menjelang Ramadan, masyarakat di Jawa Timur memiliki tradisi unik, yakni bersih-bersih makam. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua & nenek moyang warga setempat. hal ini menjadi moment bagi salah satu team sukses pendukung salah satu calon pasangan yakni Gerakan bersih bersih ala Oipul Jawa Timur.

Setiap daerah memiliki ragam cara untuk menyebut tradisi ini.Di Kawasan Madura, tradisi ini dikenal sebagai “Sarkosar” membersihkan kuburan dari rumput liar agar tampak asri,di Kediri menyebutnya “Gugur gunung”,dan masih banyak sebutan-sebutan lainnya.Sebuah gerakan yang dilakukan sekelompok relawan yang tersebar di seluruh kota-kota diJawa Timur tersebut memiliki moment penting,apalagi baru-baru ini atau seminggu yang lalu Jawa Timur di guncang aksi terorisme,maka dari itu gerakan tersebut bisa menepis anggapan isu-isu yang bisa merusak tatanan semangat “gotong royong”.

Bersih-bersih makam biasanya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat & keturunan almarhum yang dimakamkan di pemakaman umum.Agenda tahunan ini mempunyai makna penting:

1. Ekspresi rasa cinta dan dharma bakti seorang anak kepada orang tuanya (birrul walidain);

2. Melestarikan semangat gotong-royong “Kabeh Sedulur”

Oipul bersama Gus Ipul /Syaifullah Yusuf ( cagub  jatim ) yang notabene adalah pembina sebuah ormas  di Jawa Timur memiliki komitmen agar tradisi baik ini terus terjaga.

Suasana Saat Bersih-bersih Musholla ( Foto by Buchori )

Tradisi ini adalah bagian dari cara umat Islam menyambut Bulan Puasa dengan riang gembira. Semua mafhum, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar ummat Islam bergembira menyambut Ramadan, bulan penuh berkah. Salah satunya dengan gerakan Bersih-bersih makam dan Mushola

Mari kita menyambut Ramadan dengan riang gembira. “Mari memakmurkan dan menjaga kebersihan tempat ibadah dengan menggalakkan kegiatan Bersih-bersih Masjid,dan tempat ibadah lain,mari kita lestarikan 2 tradisi baik ini,agar tradisi gotong royong tidak hilang begitu saja”,pungkas Bobby,ketua gerakan Oipul Jatim. (Bch/Red)

SURABAYA,rakyatjelata.com- Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, Di mana pada saat ini umat muslim seluruh dunia melakukan ibadah puasa. Banyak sekali pahala yang didapatkan pada bulan suci ini. Mulai dari shalat tarawih, tadarus qur’an, selain itu makan sahur juga dilakukan di bulan puasa sebagai salah satu sunnah dalam menunaikan ibadah puasa. Terkadang kita malas makan sahur karena berbagai macam alasan seperti malas bangun, ngantuk, dll.
Selain agar kita lebih kuat dalam berpuasa, banyak keberkahan dalam menjalankan sahur, oleh karena itu haruslah kita memaksakan diri bangun di sepertiga malam untuk makan sahur dan menjalankan sunnah lain seperti sholat tahajjud.
Kamis, 17/5/2018
Tak Lepas dari itu adapula suatu kebiasaan anak anak yang berumur belasan tahun melakukan patrol sahur keliling kampung saat menjelang melaksanakan sahur yaitu mulai pukul 02:30 hingga pukul 03:00, dengan tujuan untuk membangunkan orang yang masih tidur untuk melakukan sahur, Mereka melakukan Keliling kampung sambil  membunyikan alat kentongan yang terbuat dari bambu. ada pula yang membawa ember dan botol untuk menciptakan bunyi yang bervariasi.

Keliling Kampung Dengan Diiringi Musik Patrol ( Foto By Kukuh)

Menurut penuturan Hisam (10) tahun  melakukan patrol sahur keliling sangat menyenangkan di samping menurutnya dapat pahala,dan juga takut ada orang yang masih tidur dan terlambat untuk melakukan sahur.”ujarnya lugu.(Kkh/Red)