Rakyat Jelata


BOJONEGORO, rakyatjelata – Berangkat dari rasa empati dan peduli sesama, Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto BS. SIK., SH., MH pada Senin (25/03/2019) sore berkunjung dan memberikan bantuan warga kurang mampu di kecamatan Sukosewu.

Warga miskin yang mendapatkan bantuan tersebut yakni Midjan (60) warga dusun Gempol Rt 04 Rw 05 desa sidodadi kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Midjan tersebut telah menderita lumpuh selama Tiga Tahun karena Menurut Keterangan Dokter akibat penyakit Stroke dan pengumpulan darah di kepala yang di deritanya, selain itu Midjan juga menempati rumah yang tak layak huni.

Kasat Lantas Bojonegoro, AKP Aristianto, Kepada media ini menyampaikan secara singkat, yakni kehadirannya untuk memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga penerima bantuan tersebut merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kasatlantas Bojonegoro beserta jajarannya, yang mau peduli akan nasib kehidupan mereka.

Untuk di ketahui Sebelumnya, Pada hari Senin, (18/03/19) media ini pernah berkunjung ke rumah midjan ini, pada waktu itu menurut keterangan anaknya yang bernama Suparlan bahwa selama ini keluarganya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, bahkan semacam bantuan raskin pun juga belum pernah mereka dapatkan.

Selanjutnya pada waktu tersebut saat di konfirmasi, Kepala Desa Sidodadi Mudakir mengatakan bahwa Pemerintah desa Sidodadi sudah berusaha untuk membantu mengusulkan melalui program RTLH tahun 2019 namun hingga saat ini belum realisasi, Ujar kepala desa tersebut pada waktu itu. (Kus/Red)


PAPUA, Rakyatjelata.com

Oleh: Johan Efraim Rumbino

Papua Berduka, Seminggu sudah Papua berduka dan bersedih dengan adanya bencana di Sentani – Jayapura, dan dalam waktu satu minggu ini juga kita orang Papua bahkan Indonesia belajar dari artinya toleransi dari Papua dan satu hal yang sangat penting untuk kita orang Papua pelajari adalah siapa saudara kita sebenarnya? Apakah mereka yang hanya lantang berteriak menuntut kemerdekaan Papua dengan alasan agar Orang Papua bisa menjadi tuan ditanah sendiri ataukah mereka yang selalu disebut dengan sebutan kolonial yang juga berbeda warna kulit dengan kita tapi bisa ikut berduka ketika Papua dilanda duka dan juga menetaskan air mata bahkan memberi dari kekurangan mereka karena mereka anggap kita adalah saudara? Hanya kita yang melihat dengan hati yang mampu menjawabnya.

Siapa Saudara Sesungguhnya

Bencana alam yang terjadi semuanya tidak terlepas dari kehendak Tuhan. Kita semua umat yang percaya mengimani hal itu, karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan, Duka kita telah berlalu dan kita harus bangkit kembali. Dalam duka kita semua mendapat pelajaran hidup yang penting dimana saudara-saudara kita dari Sabang – Merauke turut merasakan duka yang kita alami di Papua.

Saya sendiri melihat bagaimana saudara-saudara kita yang selama ini selalu dikatakan sebagai kolonial maupun penjajah, merekalah yang selalu ada sejak bencana itu terjadi. Merekalah yang mengorbankan waktu, bahkan mampu berbagi dari kekurangan mereka untuk membantu saudara-saudara kita di Sentani. Mereka membantu dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Karena apa? Karena Papua adalah saudara mereka, Papua adalah bagian dari Indonesia, yang ketika Papua menangis maka mereka ikut menangis.

Ada satu hal yang sangat menyentuh saya ketika hari Minggu kemarin. Saat itu saya dalam perjalanan ke Bandara Sentani untuk berangkat balik ke Jakarta setelah 3 hari saya berada di Sentani untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara saya. Di tengah perjalanan menuju bandara saya berpapasan dengan segerombol penjual bakso yang menggunakan motor. Jumlah sekitar 30-an motor, mereka dikawal Polisi. Saya pun bingung dan bertanya dalam hati kemana mereka akan pergi?

Karena penasaran, saya memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Dan, alangkah terkejutnya saya ketika melihat langsung bahwa mereka hadir di Sentani untuk berbagi dengan saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana. Bakso yang biasa mereka jual, kali ini mereka sediakan secara gratis dan cuma-cuma.

Sungguh kasih yang luar biasa yang mereka tunjukan, dalam kekurangan pun mereka masih mampu berbagi. Kasih seperti inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Mereka yang tidak seiman dengan kita mampu menunjukan itu dalam duka kita saat ini.

Pejuang Papua Hanya Mampu Berkoar

Duka Sentani – Papua sudah seminggu ini. Namun, Sentani mulai bangkit membangun kembali puing-puing tangisan yang tersisa. Pertanyaan muncul, dimanakah mereka yang katanya berjuang bagi bangsa Papua? Dimanakah Beny Wenda? Dimanakah Viktor Yeimo? Dimanakah Socratez Yoman? Dimanakah Laurenz Kadepa? Dimanakah KNPB? Dimanakah ULMWP? Dimanakah OPM? Tidakkah kalian lihat Papua sedang menangis? Dimana uluran tangan kalian untuk membantu saudara-saudara kita? Dengan hebat dan lantang kalian sering berteriak bahwa kalianlah yang berjuang untuk Papua, tetapi ketika Papua menangis, kalian semua menghilang tanpa jejak. Bahkan untuk mengotori tangan kalian demi mengangkat jenasah saudara-saudara kalian pun tidak terjadi sama sekali.

Terima kasih untuk semua tindakan kalian ini, karena dari semua ini kami orang Papua belajar bahwa keluarga kami sebenarnya adalah Indonesia, saudara kami sebenarnya adalah mereka yang berbeda warna kulit dengan kami tetapi mempunyai hati dan belas kasih seperti kami.

“Duka kami adalah Duka Indonesia. Karena kami Papua, kami Indonesia.”

Jakarta, 25 Maret 2019

Penulis adalah aktivis Gerakan Bangun Papua


SURABAYA, Rakyatjelata – Humanisme Satpol PP sangat di butuhkan oleh masyarakat. meskipun sebagai penegak Perda, tak layak bila konsep Represif di terapkan terlalu berlebihan.

Represif, merupakan suatu pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran, merupakan bentuk pengendalian sosial yang bersifat kekerasan. Atau dalam arti lain, pengendalian sosial ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan atau tindakan anarkis) apakah hal ini masih layak di berlakukan?

Sebab bagaimanapun juga masyarakat adalah manusia yang berhak hidup di antara perkembangan jaman yang selalu berubah dari waktu ke waktu. sebagai wujud sosialisasi bahwa Satpol PP bukan lah gerombolan yang di anggap menyeramkan dan selalu menghantui para PKL, musisi jalanan dan para gepeng, Satpol PP Provinsi Jatim menggelar lomba lukis yang bertemakan “Satpol PP Care”.


Acara yang di Prakarsai oleh Satpol PP Provinsi Jatim yang timbul dari sebuah pemikiran dari Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur Drs Budi Santosa bersama para seniman perupa Surabaya. dalam hal ini Slamet Gaprak sebagai kordinator panitia berharap para generasi muda dan masyarakat umum dapat merasakan adanya jiwa Humanisme yang di miliki oleh Satpol PP Provinsi Jatim, agar menjadi pedoman, bahwa tidak seperti yang di bayangkan masyarakat selama ini ternyata Satpol PP juga memahami semua yang di rasakan oleh masyarakat. melalui lukisan yang di gambarkan oleh para peserta lomba lukis ini, penyelenggara berharap membagi pesan adanya konsep hanisme ini kepada seluruh masyarakat jawa timur.

Tak hanya itu, pesan yang terkandung dalam event ini bukan hanya berlaku saat acara berlangsung. namun diharapkan dapat menjadi awal atau sejarah baru bahwa setiap penindakan yang di lakukan oleh Satpol PP tidak harus dengan kekerasan, namun dengan pendekatan secara persuasif , bagi setiap persoalan yang timbul di tengah masyarakat dapat di selesaikan tanpa harus dengan Represif.

Sebagai pembuka acara, Kabid Trantibum Slamet Setijoadji, SH, MM memberikan pesan bahwa acara ini di gelar dalam rangka mewujudkan sinergitas bersama rakyat agar tercipta keharmonisan dalam mengawal pembangunan di Jatim khususnya kota Surabaya dan kota lainnya.

“semoga acara ini menjadi sebuah awal bagi terjalinnya hubungan baik antara Satpol PP dan masyarakat. dengan menerapkan konsep Humanisme, kami berharap dapat merangkul semua kalangan masyarakat dan elemen untuk bersama sama membantu kerja pemerintah dalam menuntaskan permasalahan yang timbul dengan cara yang baik.” terangnya. (Red)

Foto :Jasad Anisa Ramadani (9) Pelajar SD Yang Terbakar.

LANGKAT, Rakyatjelata.com – Kebakaran satu unit rumah warga di Dusun Titi Belanga Sejahtera Desa Sei Bamban Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menewaskan satu orang bocah wanita, Minggu (24/3), peristiwa itu terjadi berkisar pukul 22.30 wib.

Korban atas nama Anisa Ramadani (9) pelajar SD, Warga Dusun Sei Bamban Desa Titi Belanga Sejahtera Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat.

Informasi dihimpun rakyatjelata.com, kebakaran rumah itu terjadi, ketika penghuni rumah sedang tertidur lelab, diantaranya 3 orang anaknya dan ibunya (Kartini) ketiduran diruangan tengah didepan Televisi. Sementara 1 orangnya lagi, sedang tidur ruang kamarnya.


Disaat itu, Kartini (36) pemilik rumah (Ibu korban) terbangun secara tiba-tiba karena merasakan hawa panas api, yang berasal dari rumah bagian belakang miliknya.

Dengan sontak terkejut dan panik, Kartini pun langsung menyelamatkan 3 orang anaknya yang saat itu bersamanya, untuk keluar rumah dari depan, sambil berteriak minta tolong ke warga.

Semakin paniknya, Kartini lupa dengan seorang anaknya satu lagi, yang sedang tidur didalam kamar.

Ketika itu pula, api spontan berkobar membesar dari dapur rumah berbentuk semi permanen, yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar (triplek, broti dan papan).


Warga yang mendengar teriakan dari ibu korban berkeluaran dan melakukan pertolongan, serta menghubungi pihak Mobil Pemadam Kebakaran.

Warga yang menolong dengan sumber air yang didapat, untuk memadamkan api, tak bisa berbuat banyak, karena api terus berkobar dan membakar seisi rumah, beserta seorang anak wanita, yang merupakan anak nomor dua terbesar dari 4 bersaudara.

Api berhasil dipadamkan, setelah 1 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Langkat datang, dengan beberapa waktu menit kemudian.

Camat Batang Serangan, Edi Suratman S.Sos, yang dikonfirmasi membenarkan musibah kebakaran tersebut.

“Ya, ada warga kita yang tertimpa musibah kebakaran, yang menewaskan satu orang jiwa.” terangnya kepada media rakyatjelata.com

Dikatakannya, kebakaran rumah itu, terjadi ketika sang suami sedang bekerja di daerah Banten, Kepulauan Jawa.

Mengenai korban yang meninggal, informasinya sudah dikebumikan di Tempat Perkuburan Umum (TPU) desa tersebut.

Sementara sang ayahnya, sedang diperjalanan arah pulang menuju Desa Sei Bamban Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan, melalui Kasubag Humas Polres Langkat, AKP Arnol Hasibuan, Senin (25/3) mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Minggu (24/3) sekira pukul 22.30 wib.

Kebakaran itu menghanguskan satu buah rumah dan isinya, dan menewaskan satu orang korban jiwa.

“Korban atas nama Anisa Ramadani (9) pelajar SD, Warga Dusun Sei Bamban Desa Titi Belanga Sejahtera Kecamatan Batang Serangan.” ucapnya.

Kebakaran itu diduga, disebabkan korsleting arus pendek listrik, sehingga menimbulkan percikan api, dan membakar rumah, dan satu orang anak kecil,” ungkap Arnol.

Adapun barang bukti akibat kebakaran yang diamankan itu, yakni berupa, 1 unit sepeda motor Supra X 125 tahun 2008 yang sudah terbakar, 1 unit sepeda motor Supra X tahun 2011 yang sudah terbakar, 1 unit sepeda motor Supra X tahun 2004 yang terbakar, 1 buah seng yang terbakar, dan 3 potongan kayu yang terbakar.

Selain ada korban jiwa, keluarga korban juga mengalami kerugian mencapai Rp 200.000.000, bebernya Kasubag Humas Polres Langkat. (reza)


JAKARTA, Rakyatjelata – Dugaan rekayasa dan kriminalisasi jilid 2 terhadap Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Ketum Apkomindo) akan diuji di Pengadilan Negeri Bantul, pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 mendatang. Sebelumnya, Hoky yang juga merupakan Wapemred media online www.infobreakingnews.com ini telah mengalami proses kriminalisasi jilid 1 dan sempat ditahan selama 43 (empat puluh tiga) hari dari 24 November 2016 hingga 05 Januari 2017 di Rutan Bantul. Saat itu, para oknum penegak hukum dengan semena-mena memproses laporan bernomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri atas laporan rekayasa yang dilakukan oleh Agus Setiawan Lie atas kuasa Sonny Franslay.

Meskipun telah ditahan selama 43 hari, faktanya Hoky divonis bebas oleh PN Bantul pada tanggal 25 September 2017 dan Kasasi JPU Ansyori, SH (Jaksa Utama Pratama) dari Kejagung RI dengan tuntutan 6 tahun penjara serta denda 4 Miliar subsider 6 bulan penjara telah ditolak oleh MA pada tanggal 18 Desember 2018 yang lalu.

Kali ini dugaan rekayasa laporan polisi dilakukan oleh Faaz Ismail yang merupakan kolega dari Agus Setiawan Lie dan Sonny Franslay. Bahkan menurut pengakuan Faaz pada saat membuat laporan di Polres Bantul dengan LP/109/V/2017/SPKT, tertanggal 24 Mei 2017, dia didampingi oleh Agus Setiawan Lie.

Faaz, bersama dua orang saksi yaitu JPU Ansyori, SH dan Suwandi Sutikno diduga melakukan rekayasa membuat laporan dan keterangan palsu tentang tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP, dengan tersangka Hoky. Dalam BAP, mereka menyatakan Hoky melakukan pemukulan terhadap Faaz Ismail, sementara Hoky memastikan tidak pernah melakukan tindak pidana penganiayaan sama sekali.

Oleh karena itu, Hoky melakukan Praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN Btl. dan dalam persidangan Praperadilan tersebut hadir 5 (lima) orang Saksi yaitu; Dicky Purnawibawa, Edy Anantoratadhi, Ngongo Bili (Veri), Andi Riyanto dan Rohman Yudi Ardianto (Anang) yang menyatakan tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Yang terjadi hanyalah ribut-ribut soal kata-kata “kutu kupret” saja. Selain itu, ada 3 (tiga) orang saksi, yaitu Darma Kusuma Setya, Christian Yanuar dan Joko Rianto, dalam BAP di Polres Bantul telah menyatakan hal yang sama yaitu tidak melihat adanya tindak pidana penganiayaan.

Hoky menempuh proses Praperadilan terhadap Polres Bantul karena memang tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Bahkan, Hoky memastikan tidak pernah memperoleh surat panggilan pertama, tetapi langsung surat panggilan kedua. Juga tidak ada bukti visum, termasuk pada CCTV di PN Bantul tidak ada bukti penganiayaan sama sekali. Namun mengherankan, pada tanggal 15 Januari 2019 Hoky ditetapkan sebagai tersangka, walapun telah dilakukan perubahan dari tindak pidana penganiayaan berat pasal 351 KUHP menjadi tindak pidana penganiayaan ringan Pasal 352 KUHP.

Saat dilakukan konfirmasi oleh awak media, Hoky menyatakan siap menghadapi kasus rekayasa dan kriminalisasi tersebut. “Saya tetap akan hadapi dan siap hadir di PN Bantul. Bahkan saya telah proaktif menghubungi penyidik, saya juga telah mengirimkan Chat WA kepada penyidik termasuk ke Sdr. Faaz dan Sdr. Suwandi agar pelapor dan saksi hadir. Termasuk saya menghubungi via call dan SMS saksi JPU Ansyori SH, karena saksi JPU Ansyori SH tidak menggunakan WA. Tentu saja harapan saya mereka hadir, agar terungkap di muka persidangan rekayasa mereka,” ujar Hoky.

Seperti saat sidang pada tahun 2017, lanjut Hoky, dimana salah satu saksi lawan mengungkapkan tentang benar ada orang yang menyiapkan dana agar saya masuk penjara. “Kesaksian tersebut tertuliskan dalam salinan putusan 3/Pid.Sus/2017/PN Btl. (Hak Cipta). Hebat sekali-kan orang yang menyiapkan dana untuk masukan saya ke penjara,” kata Hoky kepada sejumlah media, Minggu (24/3/2019) di Jakarta.

Upaya mengkriminaliasi Hoky selaku Ketum Apkomindo terus-menerus dilakukan sejak dia menjabat sebagai Ketum Apkomindo di awal tahun 2015 hingga saat ini di tahun 2019. Faktanya telah ada 5 (lima) laporan polisi atas Hoky, yaitu satu di Polres Jakarta Pusat, tiga di Bareskrim Polri dan satu di Polres Bantul. Seluruh laporan polisi tersebut diduga merupakan rekayasa hukum dan dibuat-buat, sehingga satu-persatu dapat diatasi dengan baik oleh Hoky. Apalagi saat ini Hoky bersama dengan beberapa koleganya telah mendirikan kantor pengacara dengan nama Mustika Raja Law Office untuk membantu mengatasi permasalahan hukum dirinya, sekaligus untuk membantu teman-teman yang membutuhkan.

Sebenarnya, bukan hanya 5 (lima) laporan polisi saja yang harus dihadapi oleh Hoky. Hingga saat ini telah ada total 13 (tiga belas) Perkara Pengadilan berkaitan dengan Apkomindo. Sebelas perkara diantaranya suudah diselesaikan, antara lain; 1 (satu) di PN Jakarta Timur, 1 (satu) di PT DKI Jakarta, 1 (satu) di PTUN, 1 (satu) di PT TUN, 3 (tiga) di PN Bantul, 1 (satu) di PN Jakarta Pusat dan 3 (tiga) di MA.

Saat ini Hoky juga sedang menghadapi gugatan baru dari Rudy Dermawan Muladi dan Faaz Ismail, dimana Rudy dan Faaz yang sejak 14 Februari 2018 sudah dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana pencemaran nama baik dan Undang Undang ITE di Polda DIY atas laporan polisi nomor : LP/362/VII/2017/DIY/SPKT. Sayangnya, hingga kini telah lebih dari 1 (satu) tahun lamanya, kasus yang dilaporkan korban Hoky tersebut masih belum dilimpahkan kepenuntutan, Sedangkan sebaliknya, Faaz Ismail, cs yang melaporkan kasus tindak pidana ringan (Tipiring) Hoky dengan Pasal 352 KUHP ini perkaranya sudah sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.

Gugatan baru Rudy dan Faaz adalah terkait perkara perdata dengan nomor 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimana Rudy dan Faaz mengklaim dirinya masing-masing sebagai Ketum dan Sekjen DPP Apkomindo masa bakti 2015-2020. Para penggugat ini tidak tanggung-tanggung, mereka menggunakan jasa pengacara terkenal yaitu Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM. Selain Hoky, masih ada tergugat lainnya yaitu; Muzakkir, Go Andri Sugondo, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, dan Suwato Kumala, ditambah beberapa turut tergugat lainnya, yaitu; Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE, MM, MBA, Nurul Larasati, SH, Erlien Wulandari, SH, dan Dini Lastari Siburian, SH.

“Secara kebetulan, pada saat yang sama yaitu hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 akan ada agenda sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, namun saya harus memilih hadir di PN Bantul, sebab untuk di PN Jakarta Selatan merupakan sidang gugatan perdata, sedangkan di PN Bantul adalah sidang pidana,” jelas Hoky.

Hoky yang sempat menjadi Ketua Pantia Kongres Pers Indonesia pada tanggal 06 Maret 2019 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, menghimbau agar teman-teman jurnalis berkenan membantu melakukan pemberitaan, namun tetap berimbang serta adil. “Saya senang jika teman-teman jurnalis yang berdomisili di sekitar Bantul seperti dari Yogyakarta, dari Sleman, dari Gunung Kidul dan dari Kulon Progo berkenan hadir dan meliput sidangnya, karena akan semakin terungkap tentang Pihak lawan selalu berupaya melakukan rekayasa hukum terhadap diri saya,” tambah Hoky berharap.

Bahkan, imbuhnya, Sdr. Faaz sempat menyatakan kepada saya bahwa untuk gugatan di PN Jakarta Selatan itu dia hanya tanda tangan saja dan ada orang yang membiayai pembayaran kepada pengacara-nya. “Nanti bisa bertanya langsung ke Sdr. Faaz di PN Bantul. Mereka berpikir hukum itu bisa dibeli dan direkayasa, padahal jaman telah berubah. Faktanya saya telah menang di MA hingga 3 perkara dari pihak mereka, bahkan Kasasi JPU dengan tuntutan penjara 6 tahun telah ditolak oleh MA. Saat ini saya sedang menantikan salinan putusan dari MA, mereka malah masih bermain-main dengan hukum terus. Yakinlah, tidak lama lagi kelompok mereka akan menuai apa yang telah mereka taburkan,” pungkas Hoky optimis. (SSH/Red)

JAKARTA, RakyatJelata.com – Tiap-tiap warga Negara bekehendak memiliki potensi berdikari, dan berdiri diatas kaki tangan sendiri, bebas merdeka dalam lapangan politik, hukum, kesejahteraan, dan keadilan sebagai suatu bangsa yang mcrmartabat dan dihormati. Rangkaian kemajuan suatu peradaban kebangsaan adalah pentingnya penegakkan supremasi hukum dari berbagai unsur pemerintahan, Kepolisian, Kejaksanaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman, dan peran serta masyarakat dalam mengawal agenda konspirasi jahat yang sengaja dilakukan oleh pemburu keuangan negara tanpa mengenal batas.

Masyarakat sebagai agen perubahan reformasi dalam bernegara diberi kuasa penuh untuk berbicara menyampaikan pesan Undang-Undang Dasar 1945 dan turut serta menjaga konstitusi sebagai panglima tertinggi dalam negara demokrasi. Meskipun demikian, peran serta masyarakat dan aparat penegakkan hukum diberi kewenangan sacara konstitusi mengaudit keuangan negara dalam memuwujukan transparansi informasi publik.

Ironisnya Hari ini, ketika semangat negara memberikan kebebasan da‘lam pengelolaan anggran yang digelontorkan dari pemerintah pusat di berbagai daerah yang dikelola oleh, Gubemur, Bupati/Walikota, dan atau konporasi cukup besar dari lembaga Kementrian yang sumber pendanaannya adalah APBN, maka wajib dipertanggungjawabkan, agar menghindari perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri.

Publik terkejut, ketika Proyek REVITALISASI PEMBANGUNAN BENTENG LIYA yang dimotori CV. PUTRA SAMA MAKMUR melalui Satuan Kerja Bala Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan mendapatkan suntikan anggaran APBN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, kurang lebih menelan anggaran RP 1.693.501.000.,00 milyar (Satu Milyar Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Satu Ribu Rupiah).

Cukup fantastis dan diduga tidak dapat dipertanggunjawabkan. Dana APBN ibarat matahari menghapus kegelapan menjadi terang. Harapan pupus ditengah jalan ketika pembangunan REVITALISASI Pembangunan Benteng LIYA kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara berseberangan dengan regulasi pemerintah daerah dalam hal pengadaan material Proyek yang merugikan keuangan negara.

Demi keadilan dan menyelamatkan keuangan Negara dari sarang MAFIA, maka FORUM PEMERIHATI KEBUDAAYAN NASIONAL mengharapkan proses penegakkan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional agar pihak terkait untuk dimintai keterangan sebagaimana tercantum dalam hal Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Lebih lanjut, Pasal 3 menyebutkan setiap orang yang dengan tuj uan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.

FORUM PEMERHATI KEBUDAYAAN NASIONAL, senantiasa mendukung penuh langkah Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka menyelamatkan UAN G NEGARA dari sarang konspirasi besar yang menyengsarakan kehidupan rakyat, dari akibat timbulnya niat yang disengaja melakukan perbuatan melawan hukum.

“Terkait penyalahgunaan anggaran tersebut, kami Forum Pemerhati Kebudayaan Nasional mewakili masyarakat Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan dibantu kawan-kawan di daerah berupaya semaksimal mungkin untuk mencari penyelesaiannya. Di depan KPK kami suarakan protes kami untuk desak pihak penegak hukum agar segera memproses pelaku korupsi tersebut, karena hal itu sangat merugikan negara. Dan kami berharap persoalan ini cepat terselesaikan, agar tidak terjadi miskomunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Dan kami berharap jawaban dari penegak hukum itu bisa menenangkan hati masyarakat Wakatobi,” ujar Muhtar, Koordinator aksi saat ditemui didepan gedung KPK Jakarta. (put/zk).

foto : situasi saat bukit kapur longsor.

Senin, 25 Maret 2019 | 10:13 WIB
Penulis: Muhammad Hatta

JEMBER, Rakyatjelata – Seperti yang sudah di lansir oleh FaktualNews.co, Gunung kapur yang ada di sebelah pabrik semen Puger, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember mengalami longsor pada hari Senin (25/3/2019). Akibatnya satu orang tertimbun longsoran tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian longsornya gunung kapur di Puger Jember itu terjadi sekira pukul 07.45 Wib.

Satu orang dikabarkan tertimbun batu kapur diketahui bernama Siswo, warga Loh Jejer.

Menurut keterangan warga, Indriani, saat kejadian aktivitas penambangan batu kapur di Puger, Jember sedang berlangsung. “Tetapi kemudian terdengar gemuruh, dan longsor itu. Para penambang dan truk yang berada di sekitar lokasi berlarian menyelamatkan diri,” jelasnya, Senin (25/3/2018).

Informasi yang didapat dari lokasi, kata Irdiani, salah seorang korban adalah pekerja tambang di sana. “Namanya Pak Siswo warga Loh Jejer. Tetapi ini masih dipastikan, karena kondisi masih panik,” katanya.

Sementara itu, aparat desa, petugas Polsek Puger, dan Koramil setempat masih menuju lokasi kejadian. “Saya juga sudah menghubungi BPBD Jember meminta bantuan, dan mungkin dihubungkan dengan Basarnas untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban,” jelas Indriani. (Red)


BOJONEGORO, rakyatjelata – Polres Bojonegoro Bekerja sama dengan SCTV serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30 dan 31 Maret 2019 Akan mengadakan karnaval SCTV Di alun – Alun – Alun Bojonegoro Jawa Timur.

Dalam rangkaian acara Karnaval SCTV yang bertajuk “Bojonegoro Produktif, Tertib berlalu lintas dan anti boax” dengan jargon No Politic, No Hoax dan No Sara ini nantinya juga akan dipenuhi dengan lomba – lomba Seperti perlombaan senam, mewarnai dan juga lomba permainan tradisional.

Untuk itu Bagi warga Bojonegoro, mari bersiap menyambut Karnaval SCTV ini, Tidak hanya ikut menonton saja, Tetapi kita juga dapat ikut Serta memeriahkan karnavalnya dengan mengikuti berbagai lomba yang di adakan di acara ini.


Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS. SIK., SH., MH sore tadi, Minggu (24/03/2019) kepada Media ini Menjelaskan, Bahwa Secara teknis perlombaan nantinya merupakan program off air yang masuk dalam rangkaian acara.

“Untuk lomba senam nantinya akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 30 Maret dimulai pada pukul 05.30 WIB di alun – alun Kota Bojonegoro”,ungkap Kasat Lantas.

Kasat lantas juga menyampaikan Bahwa Dalam lomba nantinya panitia akan menyedikan hadiah dengan total 3,5 juta rupiah dengan katagori juara I, juara II, Juara III, juara harapan I dan juara harapan II yang akan dinilai oleh panitia dari SCTV.

Sedangkan Nanti Panitia akan menyediakan intruktur senam yang akan diikuti gerakannya oleh peserta yang terdiri dari beberapa kelompok yang setiap kelompoknya berjumlah 10 orang

Selanjutnya, Dewan juri nantinya akan menilai gerakan yang kompak dari setiap kelompok, kostume yang unik dari setiap kelompok serta gerakan yang betul dari setiap kelompok.

“Untuk lomba senam harus diikuti oleh kelompok, bukan invidu”, jelas Kasat Lantas.

Untuk informasi, Sebagai penanggung jawab lomba senam, panitia telah menunjuk sebagai koordinator dan pendaftaran yaitu melalui Aiptu Bambang dengan nomor HP 0853-3016-2920, Bripda Dilla dengan nomor HP 0813-3282-7522 dan Bripda Yana dengan nomor HP 0822-3036-9095.

Sedangkan untuk lomba mewarnai dengan tema “Bojonegoro Tertib Lalu Lintas” nantinya akan diselenggarakan pada siang harinya yaitu pada hari Sabtu tanggal 30 Maret pukul 12.30 WIB yang akan memperebutkan hadiah total 2 juta rupiah plus piagam. Sedangkan untuk peserta akan diikuti oleh anak-anak usia kelas TK A dan TK B.

Sementara itu sebagai penanggung jawab dan pendaftaran lomba mewarnai yaitu melalui Ketua IGIKI, Warti Amari, S.Pd dengan nomor HP 0857-0618-4164 dan Aiptu Suparnoto dengan nomor HP 0813-3195-5101. (Arif/Red)

Surabaya, Rakyat Jelata.com –Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan dalam hal ini terkait aksi damai ojol (ojek online) bersama frontal (front driver online tolak aplikator nakal) tanggal 19 Maret 2019. di gedung negara Grahadi Surabaya Jawa Timur lalu, kini Oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Pembina Utama Madya Dr. Ir. H. RB. FATTAH JASIN Ms. mendapat undangan khusus hari Senin, 25 Maret 2019, pukul 09.00 sampai pukul 11.00 dan pukul 13.00 sampai 15.00 di Hotel Swiss Belinn Juanda, guna pembahasan jalan keluar atas beberapa tuntutan dalam aksi damai Ojol, FRONTAL Surabaya.

Mengenai tanggapan atau undangan antara FRONTAL, dengan Aplikator Gojek. pada hari senen tanggal 25 Maret 2019 jam 9.00 dan dengan Aplikator Grab jam 13.00 di Hotel Swiss Belinn Juanda untuk koordinasi atas aksi FRONTAL 19/03/2019,tersebut.

“David Walalangi Humas FRONTAL konfirmasi lewat WA Dengan Awak Media Rakyat Jelata  memaparkan,
“malam ini Team 10 FRONTAL memutuskan bahwa :

“1. Aplikator wajib menetapkan tarif bersih setelah potongan asalah senilai Rp.2.500, untuk R2. dan Rp.3.500, untuk R4.

“2. Aplikator wajib menunjukkan / transparansi perjanjian kemitraan antara Aplikator dengan Driver Online R2. dan R4.

“3. Aplikator wajib menutup Pendaftaran Driver baru disemua sektor per 26 Maret 2019, Kantor, Vendor, dan Koperasi.

“4. Aplikator wajib membuat link khusus bagi FRONTAL untuk pendataan Driver Online R2. dan R4. yang putus Mitra agar di Open Suspend / diaktifkan kembali dan data fisik ini wajib diketahui pemerintah dan Frontal. Jika Open Suspend ditolak, maka Aplikator wajib memberikan alasan yang diketahui oleh Frontal dan pemerintah,

Jika Aplikator mangkir / menolak, maka driver online dibawah Koalisi Frontal akan mendesak dan melakukan aksi dengan gelombang yang lebih besar dari aksi FRONTAL 19/03/2019.

“Pemerintah diharapkan berperan aktif melindungi masyarakat Jawa Timur yang bekerja sebagai Driver Online R2. dan R4. agar mempunyai pendapatan layak.”Imbuhnya. (M.Gon/Red)


Surabaya, Rakyat Jelata.com -Luar biasa Bonex Insomnia Surabaya, di generasi Melenial ini, sebagai contoh generasi lain dari hal kepedulian sosial nya sangat tinggi terhadap saudara kita yang tertimpa musibah bencana banjir di sentani Jaya Pura,

Dengan melakukan kegiatan menggalang dana di traffic light Ambengan Surabaya, pada saat mulai pukul, 15.00. 24/3/2019.

Dengan antusias dan spontanitas Bonek insomnia dengan jumlah peserta yang diperkirakan sekitar 70 orang anggota Bonek dan termasuk juga anggota angklung RJC.


Media rakyat jelata mengkonfimasi koordinator Bonek, Bayu Insomnia, mengatakan bahwa, “semua dana yang terkumpul untuk penanggulangan dan bantuan bencana alam tersebut semua akan di serahkan ke insomnia Gate 21 Home Base Ploso.
Agar disampaikan kepada saudara kita, bangsa kita, bangsa Indonesia. yang kena musibah banjir bandang, dan tanah longsor, di Sentani Jayapura, Indonesia.”

“Dan kapan lagi kita berbakti kepada bangsa Indonesia dan kapan lagi kita bisa beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa khususnya, untuk sesama manusia. terutama bangsa kita yang terkena musibah seperti bencana alam yang terjadi di Sentani Jayapura Indonesia.” pungkasnya.

Semangat dari jiwa sosial yang begitu besar dan muncul berapi-api dari sebagian kaum Milenial Bonek Surabaya tersebut sekaligus mengajak dan mengingatkan kita akan kepedulian antar sesama.

wartawan RakyatJelata.com melaporkan (M.Gon/Red)

Foto : Personil Polsek Tanjung Pura Lakukan Pengaman Di Houl Syekh H Muhammad Makmun.

Langkat, Rakyatjelata.com – Kepolisian Polsek Tanjung Pura melakukan pengamanan dikegiatan peringatan Houl (wafatnya) Syekh H Muhammad Makmun ke 42, di Jalan Pemuda, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Minggu (24/3).

Di puncak paringatan Haul wafatnya pendiri Tarekat Mufarridiyah ini, dihadiri jemaahnya berkisar 1.000 orang, yang datang dari berbagai daerah maupun luar Negeri (Luar Negara).

Kapolsek Tanjung Pura, AKP M.Yusuf Surbakti, didampingi Kanit Intel IPDA HM.Silitonga mengatakan, acara Houl Syekh H Muhammad Makmun Ke 42, yang dihadiri para jemaahnya itu berjalan lancar dan aman.


“Diperkirakan ada 1.000 jemaah yang datang dari berbagai daerah, muapun dari luar Negri, seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Australia, termasuk Klantan,” ungkap Kapolsek.

Informasi dirangkum, rakyatjekata.com, adapun acara peringatan di Houl Syekh H Muhammad Makmun, diantaranya, Sholat berjamaah dan ber Zikir, pembacaan ayat -ayat Alquran, dan pidato dari ahli keluarga jemaah Tariqat Mufarridiyah, yang dibawakan, H Muhammad Husaini.(Reza/Red)

Foto : Ustadz H Abdul Somad Bersama Tuan Guru Besilam Babussalam Syekh H.Hasyim Al Sarwani.

Langkat, Rakyatjelata.com – Ustadz H.Abdul Somad LC MA, bersama rombongan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah, mengunjungi Daerah Komplek Perkampungan Thariqat Naqsabandiyah, untuk berjumpa Tuan Guru Babussalam Syekh H. Hasyim Al Syarwani, Minggu (24/3) sekira pukul 10.30 Wib.

Informasi dirangkum rakyatjelata.com, kunjungan Ustadz Abdul Somad kebesilam dalam rangka silaturahmi kepada Tuan Guru Besilam Babussalam Syekh H.Hasyim Al Syarwani.

Dalam pertemuan itu, Ustadz Abdul Somad menceritakan, bahwa pada usia 5 tahunan pernah diajak oleh Almarhum orang tuanya berkunjung ke Komplek Tuan Guru Babusallam disini.


Dan ia juga mengatakan, banyak para pejabat yang mengajak saya jug ke Besilam, untuk bersilaturahmi kepada Tuan Guru Babussalam.

Akan tetapi baru sekarang bisa langsung datang ke tempat Tuan Guru Babusallam Syekh Hasyim Al Sarwani ini, katanya.

Sebelumnya diketahui, dalam kunjungan Ustadz Abdul Somad itu, disambut ratusan masyarakat di desa tersebut, yang telah menanti kedatangannya.(Reza/Red)

 

Foto : Bupati Langkat saat memberikan sambutan di acara acara Gendang Guro – Guro Aron Mburo Ate Tedeh Muda Mudi, di Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Langkat.

Langkat, Rakyatjelata.com – Bupati Langkat Terbit Rencana PA, kembali menghadiri acara Gendang Guro – Guro Aron Mburo Ate Tedeh Muda Mudi/ pesta budaya kerja tahunan, di Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu malam Minggu (23/3).

Dalam sambutannya, Bupati Langkat Terbit Rencana PA, berharap, dalam kegiatan ini, selain wujud rasa syukur atas anugrah kesehatan dan rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT, juga dijadikan wadah untuk kembali menguatkan persatuan dan kesatuan, dengan semangat kebersamaan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, untuk bersama membangun daerah ini.

“Sehingga apa yang diharapkan dalam kemajuan daerahnya, cepat tercapai, ” sebutnya.


Mengenai kemajuan daerah, tidak semata harus sepenuhnya mengharapkan pemerintah, karena bisa melalui upaya masyarakat itu sendiri, yang menjadi alternatif mencapai kemajuan, melalui pemikiran, gagasan, kreativitas dan keterampilan dari masayarakat setempat.

“Semoga kehadiran kami memberikan motivasi, baik kepada kami selaku penyelenggara pemerintah, maupun kepada masyarakat setempat, untuk sama saling berbuat bagi kemajuan wilayah ini,”imbuhnya.

Selanjutnya, pada kesempatan itu, Bupati Langkat, juga menjelaskan, jika ingin mempercepat daya dorong pembangunan didaerahnya, maka harus memiliki perwakilan dari Kecamatannya yang duduk di DPRD, yang nantinya berfungsi untuk menyalurkan aspirasi masyarakatnya, dengan melihat skala prioritas. Sebab kemajuan sebuah wilayah tidak boleh meninggalkan wilayah yang lainnya.

“Upayakan melalui Pemilu 2019 ini, Kecamatan Kuala memiliki keterwakilannya, untuk duduk di DPRD Langkat. Dengan memilih calon yang dinilai memiliki nilai positif, pemikiran tajam, peka dan peduli kepada kebutuhan masyarakatnya,”sampainya.

Dikegiatan acara budaya tahunan ini, ungkapnya, agar terus dilestarikan dan dijaga, sehingga dapat diwariskan kepada anak generasi selanjutnya, untuk memberikan pengajaran, betapa hidup dalam suasana kebersamaan, merupakan salah satu wujud nikmat yang besar.


Pada kesempat itu, Bupati Langkat kembali memberikan hadiah paket berangkat ke tanah suci (Mekah), untuk menunaikan haji kepada Suarno (40) Warga Desa Beruam Kecamatan Kuala, Langkat.

” Semoga Suarno menjadi haji yang mabrur nantinya, Do’a nya Terbit Rencana PA.

Selain berangkat haji, Bupati Langkat juga memberikan uang bantuan senilai Rp10 juta kepada panitia.

Camat Kuala Imanta PA, SE, mengucapkan terima kasih atas kesedian Bupati Langkat beserta rombongan, untuk hadir pada acara tersebut, serta memohon maaf jika dalam penyabutan dan penyediaan tempat, masih memiliki kekurangan disana sininya.

“Kami juga berterima kasih kepada Bupati Langkat, atas hadiah berangkat haji, yang diberikan kepada warga Kuala, dimana pada malam ini, ia selalu pembaca doa, ” sebutnya.

Turut hadir Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, sejumlah kepala OPD Pemkab Langkat, Anggota DPRD Provsu Sampang Malem, Camat, serta unsur Forkopim Kecamatan Kuala, tokoh masyarakat/adat/agama dan pemuda, tokoh wanita Langkat SRI Bana Br PA, masyarakat sekitar dan undangan lainnya. (Reza/Red)

 


Jember, Rakyat Jelata.com – Progam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kodim 0824 Jember, yang bertempat di Dsn. Paleran, Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe Kab. Jember, Saat ini melakukan Pavingisasi jalan poros Desa sepanjang 500 meter dengan lebar 2 meter, di Dsn. Paleran.

Dansatgas TMMD 104 Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar mengatakan bahwa saat ini satgas dari Yonarmed 8/105 Tarik sedang  mengerjakan jalan poros Desa.

Lebih jauh Dansatgas mengatakan bahwa jalan yang dikerjakan saat ini, Sejak dibukanya kegiatan TMMD ke-104 beberapa hari yang lalu, dilakukan pengerasan dengan menggunakan paving.

“sekarang jalan tersebut  menjadi mudah untuk dilewati dan sudah tidak berdebu,dan sampai kini pengerjaanya sudah mencapai 95 persen.”Ujar Letkol Inf Arif Munawar,24/3/19.


Lebih lanjut, pengerjaan berupa fisik dilakukan dengan gotong-royong dan bergantian tiap harinya, dengan harapan, setelah dibangunnya jalan poros Desa tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat desa untuk memperlancar transportasi.

“Sehingga, warga dalam beraktivitas bisa mudah. Dan muaranya pada peningkatan ekonomi warga masyarakat, tuturnya. (Penrem 083/Bdj)


Tanah Bumbu, Kalsel – Forum Gerakan Masyarakat Borneo (FGMB) sesuai agenda beberapa bulan sebelumnya melakukan aksi demo penutupan jalan hauling dan kegiatan tambang PT.HRB dan PT. BIB di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada hari ini Sabtu 23/3/2019.

Aksi demo ini sebagai bentuk protes tuntutan ganti untung atas lahan lahan tanah warga Desa Sebamban Baru, Desa Sebamban Lama, Desa Hatiif dan warga Desa Trimartani terhadap pencoplokan lahan- lahan tanah warga tersebut oleh keputusan dalam penunjukan kawasan hutan dan pemberikan konsensi Pengusahaan Hutan Tanaman Industri oleh Menteri Kehutanan di era Orde Baru kepada PT. Menara Hutan Buana (MHB) yang sekarang menjadi PT. Hutan Rindang Banua (HRB). Dan lahan-lahan tanah warga di 4 desa tersebut dimanfaatakan kegiatan Usaha Pertambangan batubara (masuk dalam konsensi wilayah IUP- OP PT. Borneo Indo Bara).

Sebelumnya Ketua Umum FGMB Surya Aji Saka telah menyampaikan surat pemberitahuan rencana aksi tersebut melalui aparat keamanan Polres Tanah Bumbu disusul kemudian dengan surat permohonan izin kegiatan aksi masa satu hari sebelum kegiatan.

“Pihak Kepolisian Polres Tanah Bumbu menyarankan untuk menunda atau tidak menggelar aksi tersebut dikarenakan alasan keamanan dan situasi kondusif yang sedang dijalankan menjelang kegiatan Pilpres dan Pileg serentak secara nasional,”katanya.

Warga yang datang ke lokasi aksi demo terdiri dari Desa Sebamban Baru berjumlah kurang lebih 400 kepala keluarga (KK), Ketua Kelompok Asmari, Kelompok Inas, Kelompok Dahlan, Kelompok Asnan, Kelompok Muhamad Noor segel 2004, Kelompok Masrawan segel tahun 2004, kelompok Holdani, kelompok Asyikin, Kelompok Anang Darmawan, Kelompok Armani, Kelompok Jamhari, Kelompok M Saini, semua bersegel SKT tahun 2004 (Haji Noor Yadi dan Haji Sutaji) dan masih ada kelompok lainnya.

Datang juga warga dari Desa Sebamban Lama berjumlah kurang lebih 400 kepala keluarga (KK) dari Kelompok Abramsyah dan Ali (Haji Abdul Hakim), Kelompok Rustam dan lainnya.

Aksi demo juga didatangi kurang 70 lebih kepala keluarga (KK) dari Desa Hatiif gabungan dengan warga masyarakat dari Desa Kuranji, Desa Giri Mulyo, Desa Waringin Tunggal, Desa Mustika, dan Desa Mangkalapi.

“Jadi lebih dari 1000 kepala keluarga (KK) tercatat sesuai dengan daftar hadir dan telah menyerahkan foto copy KTP-nya masing-masing kepada kuasa FGMB dan mereka memiliki segel tanah, masing-masing terdiri dari kelompok Rusdiansyah segel tahun 1990, kelompok Rahmat segel tahun 1990, Kelompok Urian segel Tahun 1992, Kelompok segel Zarkani tahun 1992, Kelompok Jaenudin segel tahun 1979 dan segel tahun 1981, Kelompok Usaini segel tahun 1993, Kelompok Ramli segel tahun 1993, Kelompok Rusdiansyah segel tahun 1994, Kelompok Bahtiar segel tahun 1994, Kelompok Hadli segel tahun 2013, Kelompok Ribut Waidi segel tahun 2015, Kelompok Marhat segel tahun 2009,” terangnya.

Ribuan warga pemilik lahan ber-SKT sebagai disebutkan tersebut di atas (diluar dari lahan-lahan yang sudah dibeli dengan tali asih PT. Kirana Katulistiwa, menurut informasi warga seluas 250 hektar di dalamnya terdapat kebun karet, sawit dan lahan-lahan kosong masyarakat), semula bermaksud akan melakukan aksi demo penutupan jalan hauling dan tambang PT. BIB dan PT. HRB tetapi “tertahan” di kantor sekretariat FGMB Sebamban Baru, di Jl. Provinsi Km 220 sehubungan adanya permintaan dari pihak Kepolisian untuk tidak menggelar aksi Demo warga tersebut, dan telah memberikan solusi lain yang telah disetujui oleh pihak management PT. HRB dan PT. BIB agar hanya perwakilannya saja yang datang menemui pihak perusahaan.

Melalui Kuasa Hukum FGMB Abdul Gafar Rehalat, S.H. dan Ketua FGMB Surya Aji Saka telah menyampaikan kepada ribuan warga masyarakat eks pemilik lahan ber-SKT tersebut sehubungan dengan adanya saran dari pihak Kepolisan yang telah membantu memfasilitasi acara perwakilan warga masyarakat di Kantor PT. BIB Angsana Tanah Bumbu.

Dalam pertemuan tersebut telah disampaikan, turut hadir pihak PT. BIB, Suwardi, Sdr. Robby, dan Manager Site PT. HRB Sdr. Haryadi di Kantor PT. BIB, sedangkan pihak warga Masyarakat di wakili oleh 15-20 orang dengan di dampingi oleh Surya Aji Saka Ketua Umum FGMB dan Abdul Gafar Rehalat, SH. Kuasa Hukum dari FGMB dan klien dari salah satu pemilik lahan kebun karet dan sawit yang telah didozer dan diland clearing oleh pihak PT. BIB dan PT. HRB dijadikan jalan hauling tanpa ganti untung sama sekali dari pihak PT. HRB atau PT. BIB.

Kuasa Hukum FGMB Abdul Gafar Rehalat, S.H. mengatakan dalam pertemuan pihak perusahaan (PT. BIB & PT. HRB) dengan perwakilan warga masyarakat telah menyepakati secara lisan.

“Pertemuan pihak perusahaan (PT. BIB & PT. HRB) dengan perwakilan warga masyarakat telah menyepakati secara lisan bahwa kedua belah pihak sama-sama untuk beritikad baik mencari solusi bersama untuk kepentingan semua pihak, selain itu pula sehubungan dengan ada permohonan perlindungan hukum warga masyarakat melalui Kementrian Polhukam RI yang telah mengundang semua pihak terkait diantaranya instansi dinas Kehutanan, ESDM dan dinas terkait lainnya baik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan maupun instansi/ dinas di lingkungan Kabupaten Tanah Bumbu, pihak PT. BIB, PT. HRB, Kepolisian Polres Tanah Bumbu, Ditreskrimum Polda Kalsel dan warga masyarakat yang mengadukan masalah sengketa lahan tersebut,” katanya.

“Dalam keterangan pers sebelumnya warga eks pemilik lahan ber-SKT yang sudah ada jauh sebelum Menteri Kehutanan RI menunjuk lahan lahan tersebut masuk ke dalam sebuah kawasan hutan dan jauh sebelum Menteri Kehutanan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 196/Kpts-II/1998 tanggal 27 Februari 1998 seluas 268.585 Hektar yang kemudian SK Menhut tersebut di adakan perubahan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor SK.86/Menhut-II/2006, tanggal 6 April 2006 beralih hak dan kewajibannya dari PT. Menara Hutan Buana kepada PT. Hutan Rindang Buana, dasar hukum dan izin yang diberikan kepada PT. HRB tersebut dianggap status hukumnya sudah lagi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar hukum sehubungan dengan ada Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor : 45/PUU/ -IX/2011, tanggal 12-02-2012,” terangnya.

Lebih lanjut Ketua Forum Gerakan Masyarakat Borneo Surya Aji Saka dan pihak PT. HRB dan PT. BIB terkait dengan tuntutan ganti untung atas pemanfaatan lahan-lahan eks kebun masyarakat yang ber-SKT tersebut mendapatkan solusi yang terbaik untuk semua pihak oleh pihak Kementerian Polhkam RI sebagai penengah yang dapat menilai dan menentukan sikap atau saran kepada kedua belah pihak dalam acara yang akan di gelar pada tanggal 26 Maret 2019 di Banjarmasin.

Warga sendiri menghadapi persiapan rencana pertemuan dengan pihak Polhukam RI di Banjarmasin, salah satu perwakilan warga sdr. Rajidi dari Desa Hatiif dan Sdr, Asmari dan Sdr. Taufik dari Sebamban Baru menegaskan bahwa sampai kapanpun kami akan tetap menuntut pihak perusahaan (PT. BIB dan PT. HRB) harus memberikan ganti untung terhadap lahan-lahan eks kebun warga masyarakat yang digunakan dan jadikan tambang batubara serta jalan hauling sebagaimana telah disampaikan bentuk dan nilainya dalam surat FGMB yang sudah dua kali disampaikan kepada pihak PT. BIB dan PT. HRB dan jika setelah Pilpres nanti tetap pihak perusahaan tidak merealisasikan tuntutan “fee lahan dan fee jalan” atas tanah- tanah warga masyarakat dari ke empat desa tersebut, mereka akan tetap melakukan aksi penutupan jalan hauling dan tambang batubara kedua perusahaan tersebut.

“Solusi yang baik bagi berlangsung kegiatan usaha- usaha besar dari perusahaan- perusahaan multi nasional seperti PT. BIB dan PT. HRB yang merupakan anak perusahaan dari GEMS atau Sinar Mas Group yaitu adalah menjadikan warga masyarakat setempat bekas pemilik lahan sebagai mitra kerja bukan sebagai obyek CSR (corporate social responsibility – tanggung jawab sosial perusahaan) semata dalam kasus sengketa lahan tersebut,” pungkas kuasa hukum Abdul Gafar Rehalat. (MRN)


Jember, Rakyat Jelata.com – Resimen Mahasiswa (Menwa) wilayah Jember melaksanakan kerja bhakti di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 104 Kodim 0824/Jember, Minggu (24/3/2019).

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki rasa tanggung jawab terlibat dalam pembangunan,” kata Dan SSK Kapten Inf Suwarno.

Menurut dia, pihaknya juga ingin memotivasi dan membangkitkan kesadaran hidup dalam bergotong royong di kalangan generasi muda, dimana saat ini kian luntur dan merosot.


Gotong royong, kata dia, harus mulai dibudayakan kembali sebagai salah satu warisan bangsa. Selain sebagai cikap bakal pembangunan dengan nilai kebersamaan.

Bukan hanya itu saja, Menwa sebagai organisasi kemahasiswaan perlu terus dibina dalam rangka membentuk karakter pribadi maupun kelompok.

“Kami berupaya terus mengajak kalangan mahasiswa untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong di lokasi TMMD 104 Kodim 0824/Jember,” tuturnya.

“Kegiatan dilaksanakan dengan suka cita tanpa mengenal lelah, semangat pantang menyerah diwajah anggota menwa, senyum tawa membelah wahana panas matahari,” paparnya. (Penrem 083/Bdj)

Foto : Amin Sukarno Bersama Regu 4 Satpol PP kabupaten Gresik dalam proses pembongkaran bangunan papan reklame liar di jalan Sidowungu, Menganti, Gresik.

Gresik, Rakyat Jelata.com – Giat penertiban Satpol PP Kabupaten Gresik kali ini menyasar pada papan reklame Pengembang Perumahan yang dinyatakan telah habis masa perijinannya di wilayah desa Setro dan Sidowungu, Menganti, Gresik, Minggu, (24/03/2019).

Seperti diketahui, di daerah barat Surabaya tersebut pertumbuhan hunian sangat pesat sekali, terutama dalam hitungan lima tahun belakangan ini. Banyak warga dari Surabaya dan Sidoarjo yang telah memilih untuk memiliki hunian di wilayah Barat Surabaya tersebut.

Seiring menjamurnya para pengembang yang mengepakkan sayap bisnis nya di wilayah tersebut, papan reklame yang memuat produk-produk hunian mereka pun tampak berserakan memenuhi sepanjang bahu jalan yang merupakan salah satu akses dari Surabaya ke Gresik, Krian, dan Mojokerto tersebut.

Ditemui awak media RakyatJelata.com, Anggota Regu 4 Pol PP kabupaten Gresik, Amin Sukarno menyatakan, ” ini perintah dari pimpinan mas, mengacu pada perijinan tentang bangunan papan reklame yang telah habis masa perijinannya”. Pungkasnya.

Dan yang mengacu pada beberapa aturan dalam penegakan tersebut yaitu Perda 15 tahun 2013 yaitu tentang ketentraman dan ketertiban umum, Perda No. 6 tahun 2017 tentang Ijin Mendirikan Bangunan serta Peraturan Bupati No. 9 tahun 2016, tentang reklame.


Seperti yang pernah dikatakan, Suyono, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, “Demi ketertiban Umum, Pemerintah Kabupaten Gresik tak akan segan membongkar bangunan dan reklame yang perijinannya belum lengkap.” setelah mengikuti rapat terbatas tentang perijinan bersama Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Gresik, Senin (28/8/17) yang dilaksanakan di Ruang Grahita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik.

Dimana saat itu, Bupati juga menyoroti tentang tidak lengkapnya perizinan beberapa tempat usaha terutama di komplek kawasan industri, Seperti yang diinventarisir kabag Humas dan Protokol, beberapa hal paling mengemuka dalam rapat tersebut yaitu adanya beberapa temuan yang disampaikan Bupati bahwa banyak rumah tinggal yang beralih fungsi yang tidak dilengkapi dengan perijinan. Beberapa tempat usaha yang tidak punya izin amdal lalin serta reklame yang perijinannya kurang lengkap.

Terkait hal itu, Sambari memerintahkan agar Pihak yang berkompeten untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kawasan industri terkait. Bupati juga memerintahkan agar tim Perijinan mendata perusahaan mana saja yang sudah mulai beraktivitas tapi perijinannya belum lengkap. Kalau memang tidak punya itikad baik, tim perijinan berhak untuk menghentikan kegiatannya” ujar Suyono dilansir dari gresikkab.go.id  dengan judul berita ‘Tanpa izin lengkap harus di bongkar.’ (Bay/Red)

JAKARTA, Rakyatjelata.com – Condet adalah benteng terakhir pertahanan masyarakat Betawi, Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia yang memiliki adat dan budaya yang masih lekat dengan suasana religius keislaman yang taat dan kuat, serta kehidupan masyarakatnya yang beragam namun penuh kedamaian dan kerukukan antar pemeluk agama.

Kawasan Condet adalah miniatur lakarta dan miniatur Indonesia, karena merupakan sebuah kawasan di Kota Jakarta yang begitu kompleks dan komplit terdiri dari beraneka suku bangsa, agama dan tingkat perekonomian yang beragam.

Condet masih mayoritas di huni oleh suku Masyarakat Betawi Asli, maka tidak salah kalau DEKLARASI DUKUNGAN KEPADA PRABOWO – SANDI ini kami namakan sebagai dukungan Masyarakat Betawi kepada Paslon 02.

Kami sebagai masyarakat Condet dari berbagai elemen masyarakat yang ada seperti, Majelis Taqlim, Perguruan Pencak Silat, Organisasi Masyarakat, Organisasi Pemuda dan Relawan Prabowo-Sandi, Sanggar Seni dan Budaya (lebih kurang 50 komunitas) bersatu menyatakan sikap dan dukungan kepada PRABOWO SANDI.

“Kami sepakat untuk mengadakan acara “CONDET BERSHOLAWAT UNTUK INDONESIA BERSAMA PRABOWO SANDI. Sebagai bentuk dukungan langsung serta kebulatan tekad masyarakat Betawi di Condet-Jakarta Timur,” ujar salah satu anggota ormas pendukung.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan, Jalan Batuampar ll Condet, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur ini merupakan gerakan moral dan bentuk dukungan serta harapan kami, agar Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2019-2024. Minggu (24/03).

Selain Sandiaga Salahudin Uno, para politisi dan public figure yang hadir antara lain, Babe Haikal Hasan, Neno Warisman, Titiek Soeharto, Rahmawati Soekarno Putri, Sang Alang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Politikus PKS Mardani Ali Sera, Ketua DPP FPIKH.Sobri Lubis, Imam FPI Jakarta Habib Muchsin Bin Zeid Al Attos dan 100 Ulama dan Habib beserta seluruh masyarakat Condet ditambah simpatisan yang datang dari seluruh penjuru Jakarta.

Mereka akan bersama mendoakan dan bersholawat, bermunajat dan menghaturkan do’a ke haribaan Yang Maha Kuasa, mengetuk pintu langit agar dapat terlaksananya tujuan bersama. Semoga d ijabah dan dikabulkan oleh ALLAH SWT. Aamin yaa rabbal’alaminn

Kegiatan ini dikomandai oleh Ketua Nur Ali, SH (Ketum Rumpun Masyarakat Betawi dibantu Wakil Ketua H. Saad Faray, SE. MM (Tokoh dan Sesepuh Condet) dan Sekretaris Andi Rahman.

Alhamdulillah ditangan mereka bisa disatukan hampir 50 organisasi, baik berupa LSM, Perguruan Silat, Majelis Taklim, Sanggar Seni Dan Budaya, dll.

Dalam kesempatan itu NurAli, SH sebagai Ketua Pelaksana menegaskan, “Bahwa kami akan menghadirkan Ruh 212 di Condet dalam kegiatan ini, dengan mencontoh ketertiban, keamanan dan kebersihan selama dan sesudah berlangsung acara nanti,” ujarnya.

Wakil Ketua Pelaksana H. Aad Faray SE.MM menambahkan, “Ini adalah Deklarasi dukungan ormas dan elemen Masyarakat Betawi yang pertama menyelenggarakan dukungan terbuka kepada paslon 02 Prabowo Sandi, Semoga menjadi contoh positif bagi masyarakat Betawi dimanapun berada,” tuturnya.

“Terimakasih atas segala do a dan bantuannya, baik moril maupun materil sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan ini dan bisa membuktikan kalau bersama-sama kita mengerjakan kegiatan apapun, niscaya akan terasa mudah kita melakukannya,” tutup Kepala Seksi Humas Andry Bachtiar Tanjung.  (putri).

 

Foto : Keluarga penerima manfaat (KPM) dari Desa Kertasari kecamatan Rengasdengklok kabupaten Karawang.

Karawang, Rakyat jelata.com Sabtu, (24/03/2019) Bantuan pangan non tunai (BPNT) adalah bantuan pangan dari pemerintah pusat yang di berikan kepada keluarga penerima manfaat (kpm) setiap bulanya melalui mekanisme akun elektronik yang di gunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-warong.

Pedagang bahan pokok pangan sembako yang bekerjasama dengan bank himbara bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih baik dan seimbang kepada KPM secara tepat sasaran, tepat waktu juga terjaga kwalitas berasnya
seperti yang di sampaikan ibu Encah sama ibu Atikah dusun Tegal Asem Rt 14 / 15 Rw 06 desa Kertasari kecamatan Rengasdengklok kabupaten Karawang adalah sebagian keluarga penerima manfaat dari program BPNT bulan maret 2019.

Beras yang di terima dari e-warong kondisinya bagus, putih dan nasinyapun enak di makan. Tambahnya,”sebagai warga dusun Tegal asem desa Kertasari mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, dengan di bantunya beras program BPNT ini, harapan kami sebagai masyarakat program tersebut supaya bisa berkelanjutan bahkan dengan adanya program ini di mata masyarakat terbukti bisa membantu perekonomian juga meringankan kesulitan masyarakat khususnya bagi orang miskin,”

masih Atikah, bersama media rakyat jelata mengatakan, “di bandingkan beras raskin yang dulu pernah ada yang di nilai oleh masyarakat kwalitas berasnya sangat jelek, bubuk dan tidak enak di makan, tapi setelah munculnya beras bpnt terbukti berasnya bagus dan enak di makan”, ungkapnya.

Itulah suatu ungkapan dari masyarakat yang memang telah merasakan kepuasan dari program BPNT tersebut, dimana mereka menyambut baik program tersebut yang telah mereka terima dan rasakan langsung program bantuan pangan dari pemerintah tersebut. (Is/di/Red)


JAKARTA, Rakyatjelata – Indonesia akan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia jetski 2019 di Ancol, Jakarta. Jetracer World Championship 2019 akan diadakan tanggal 27-31 Maret 2019 di Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara.

Kejuaraan ini akan mempertandingkan tiga kelas endurance, yaitu Pro F1 OPEC, Pro F1 Open (Normally Aspirated) dan Amateur F1 Open (Grand Tourisme). Track yang digunakan kurang lebih sama dengan track class endurance saat Asian Games 2018 yaitu lingkar track 6 km dan jarak terjauh ke laut 3 km.

Kejuaraan ini akan diikuti 14 negara dengan 22 tim dan masih akan bertambah sampai dengan tanggal 26 Maret 2019 dan tiket dapat dibeli online mulai hari ini di www.padiciti.com dengan pilihan harga yang kompetitif dan kelas yang berbeda.

Ada delapan atlet pada kejuaraan JETSKI tahun ini,salah satunya Atlet JETSKI Kakak beradik Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswa yang menjadi harapan tim Indonesia untuk kejuaraan dunia jetski ini.

Ketua Umum ITJBA Saiful Sutan Aswar dalam konferensi pers di Jetski Indonesia Academy Jakarta hari ini 23 Maret 2019 mengatakan, “Pada prinsipnya kita ikut semua nomor karena diharapkan ada pengembangan untuk atlet baru”.

“Ini langkah awal untuk membangun opini dunia bahwa di Indonesia ada tempat jetski yang bagus dan untuk membuktikan bahwa anak anak kita bisa juara,” kata Syafrudin. (JNI/Red)